Hadiri Penanaman Agroforestry Pangan dan Energi di Kao Barat, Bupati Halut Tekankan Swasembada Pangan
RadarTimur.id, Halut – Kegiatan Penanaman Agroforestry Pangan dan Energi yang mencakup padi, jagung, serta tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) di areal perhutanan sosial, menjadi momentum penting bagi warga Desa Toliwang, Kecamatan Kao Barat, Selasa (30/9/2025).
Selain sebagai upaya mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan menuju wilayah tersebut.
Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Utara, E.J. Papilaya, yang mewakili Bupati Halut Piet Hein Babua. Turut hadir Dandim 1508/Tobelo, Letkol Inf. Alex Donald M.L. Gaol, Kasie Wilayah II Balai Perhutanan Sosial Ambon, Lenny Leleuya, Kepala BRMP Malut Muh. Alwi, perwakilan OPD Halut, camat, aparat TNI-Polri, para kepala desa se-Kao Barat, kelompok tani, dan tamu undangan lainnya.
Ketua Lembaga Desa Toliwang, Kristian Buael, menyampaikan bahwa kelompok tani di areal tersebut baru terbentuk dengan 100 anggota. Ia berharap dukungan pemerintah agar program agroforestry bisa berkelanjutan. Kristian juga menekankan kondisi jalan menuju Kao Barat yang rusak parah serta meminta pemasangan penangkal petir di areal persawahan.
Kasie Wilayah II Balai Perhutanan Sosial Ambon, Leni Leleuya, menjelaskan bahwa Desa Toliwang menjadi lokasi terbesar penanaman agroforestry pangan di Malut dengan luas 100 hektare dari total 200 hektare. Tanaman yang akan dikembangkan meliputi padi, jagung, serta durian montong, durian musang king, rambutan binjai, sengon, dan pala.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi kolaborasi nyata untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan,” ujar Leni.
Dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Halut, Bupati Piet Hein Babua menekankan pesan Presiden RI Prabowo Subianto terkait pentingnya swasembada pangan. Menurutnya, masyarakat harus menanam padi, jagung, dan tanaman lainnya agar tidak bergantung pada pasokan luar negeri.
Terkait infrastruktur jalan Kao Barat, Sekda menyebutkan bahwa wilayah tersebut merupakan daerah transmigrasi sehingga pemerintah daerah telah menyiapkan proposal untuk diajukan ke pemerintah pusat sesuai arahan Wakil Menteri Transmigrasi.
Kepala Balai Perhutanan Sosial Ambon, Ojom Sumantri, dalam sambutan virtualnya menegaskan dukungan pemerintah dalam penyediaan benih, pupuk, dan obat-obatan, “Lahan produktif tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menjaga lingkungan tetap hijau dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.(kro)

Tinggalkan Balasan