radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Kamis, 19 Februari 2026

Kualitas Konsumsi Pangan di Halmahera Timur Meningkat, Skor PPH Capai 78,5 Persen

RadarTimur.id, Halmahera Timur — Tingkat konsumsi dan keamanan pangan di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2025.

Berdasarkan hasil analisis Dinas Ketahanan Pangan setempat, skor Pola Pangan Harapan (PPH) masyarakat Haltim kini mencapai 78,5 persen, naik dari 68 persen pada tahun 2024.

Kepala Bidang Konsumsi Dinas Ketahanan Pangan Haltim, Dewi Masita, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut menunjukkan kemajuan nyata dalam penerapan pola makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di tengah masyarakat.

“Kalau hasil analisis tahun 2025 ini sudah naik dibandingkan tahun 2024, yang saat itu baru mendapat skor 68 persen. Alhamdulillah tahun ini sudah mencapai 78,5 persen,” ungkap Dewi Masita, Kamis (16/10/2025).

Menurutnya, capaian itu tak lepas dari program yang dijalankan sepanjang 2024 hingga 2025, di antaranya sosialisasi ke kelompok masyarakat dan koordinasi lintas instansi dalam meningkatkan kesadaran konsumsi pangan sehat dan aman.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa meningkat lagi. Kami terus turun ke lapangan, melakukan sosialisasi ke kelompok-kelompok masyarakat, dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” tambahnya.

Meski demikian, Dewi menjelaskan bahwa analisis yang dilakukan bidang konsumsi dan keamanan pangan masih terbatas pada Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), seperti padi, umbi-umbian, pangan hewani, minyak dan lemak, buah/biji berminyak, serta sayur dan buah-buahan.

Dia menilai, masih ada tantangan besar dalam meningkatkan konsumsi sayur dan buah, yang hingga kini tergolong rendah di kalangan masyarakat Haltim.

“Yang masih kurang dikonsumsi itu sayur dan buah, padahal untuk mencapai pola makan B2SA harus beragam dan seimbang. Apalagi kita punya banyak sumber pangan lokal seperti sayur dan makan kebun,” tutupnya penuh harap.

Dengan peningkatan skor PPH ini, Dinas Ketahanan Pangan Halmahera Timur menargetkan pencapaian 100 persen dalam waktu beberapa tahun ke depan melalui edukasi berkelanjutan dan pemanfaatan potensi pangan lokal.(red)