radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Kamis, 19 Februari 2026

Wapres Gibran Buka Festival Budaya Legu Tara No Ate: Malut Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia

RadarTimur.id, Ternate — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka Festival Budaya Legu Tara No Ate di Lapangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Bastiong, Ternate, Kamis (16/10/2025). Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan Tiva bersama unsur Forkopimda Maluku Utara (Malut), yang menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan budaya tahunan Kesultanan Ternate.

Acara pembukaan berlangsung meriah, dihadiri Gubernur Malut Sherly Tjoanda, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Wakil Gubernur Malut, Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Sjah, serta berbagai tamu kehormatan lainnya.

Dalam sambutannya, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kesultanan Ternate atas penganugerahan gelar Katji Kastela yang diterimanya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Malut yang telah mendampingi selama kunjungan kerja di sejumlah daerah di provinsi tersebut.

“Maluku Utara merupakan provinsi dengan peningkatan ekonomi tertinggi di Indonesia pada triwulan kedua tahun ini, mencapai 32 persen. Ini capaian luar biasa,” ujar Gibran.

Menurut Wapres, potensi besar Maluku Utara tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam seperti nikel dan rempah-rempah, tetapi juga pada sektor pariwisata dan kebudayaan yang terus berkembang.

Wapres menegaskan bahwa kekayaan tersebut harus dikelola secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Gibran menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung penguatan ekonomi daerah, terutama bagi petani dan nelayan melalui kemudahan akses pupuk dan bahan bakar.

“Kami ingin pertumbuhan ekonomi yang kuat ini benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Wapres juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program prioritas seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan pembangunan infrastruktur, serta mengapresiasi peran Koperasi Merah Putih dalam memperkuat ekonomi desa.

“Kami tidak ingin pembangunan hanya bersifat Jawa-sentris. Karena itu, kami pastikan akan lebih sering berkunjung ke sini,” tutupnya.

Festival Legu Tara No Ate tahun ini mengangkat semangat pelestarian budaya dan kebangkitan ekonomi daerah, menampilkan berbagai kegiatan adat, parade budaya, serta pameran kuliner khas Ternate.(ard)