KKP RI Tinjau Desa Kabau Pantai untuk Program Desa Nelayan Merah Putih
Radartimur.id, Kepulauan Sula — Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, untuk meninjau sejumlah lokasi yang berpotensi ditetapkan sebagai Desa Nelayan Merah Putih.
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian adalah Desa Kabau Pantai, Kecamatan Sulabesi Barat.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program nasional yang digagas pemerintah pusat melalui Koperasi Desa Merah Putih, dengan tujuan memperkuat perekonomian masyarakat pesisir berbasis nelayan melalui pengembangan infrastruktur, koperasi, dan pemasaran hasil tangkapan laut.
Perwakilan KKP RI, Nina, menjelaskan bahwa Desa Kabau Pantai memiliki potensi besar mengingat sebagian besar warganya menggantungkan hidup di sektor perikanan. Namun, dia mencatat masih adanya kendala pada akses infrastruktur yang perlu dibenahi.
“Untuk seluruh Indonesia, pada tahun 2026 pembentukan Desa Nelayan Merah Putih berjumlah 100 desa. Yang sudah ditetapkan saat ini sebanyak 65, sehingga masih tersisa 35 desa lagi. Kami berharap Desa Kabau Pantai bisa termasuk di antaranya,” ungkap Nina.
Nina menambahkan, terdapat empat titik di Kepulauan Sula yang sedang disurvei sebagai calon lokasi, dengan penilaian mengacu pada persyaratan resmi dari Kementerian.
Ketua Koperasi Desa Merah Putih Kabau Pantai, Odam, menyampaikan pihaknya siap mendukung penuh program tersebut. Saat ini, koperasi tersebut menaungi tujuh kelompok nelayan dengan total anggota lebih dari 30 orang.
Dirinya menargetkan pendirian SPBU khusus nelayan apabila desa ditetapkan sebagai bagian program nasional, guna mempermudah akses BBM dengan harga terjangkau.
“Kami ingin nelayan bisa membeli BBM lebih murah agar kegiatan melaut lebih efisien. Hasil tangkapan juga nantinya akan dikirim ke wilayah seperti Manado, Bitung, dan Luwuk untuk mendapatkan nilai jual lebih baik,” jelas Odam.
Sementara itu, Kepala Desa Kabau Pantai, Murida Umamit, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat.
“Kami telah menyiapkan lahan lebih dari 1.000 meter untuk mendukung program ini. Semoga dapat terealisasi dan membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan peninjauan tersebut dihadiri oleh perwakilan KKP, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang menyambut hangat kedatangan rombongan kementerian.(var)
