radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Rabu, 18 Februari 2026

Polda Imbau Warga Waspada Radikalisme dan Intoleransi Menjelang Natal dan Tahun Baru

RadarTimur.id, Sofifi — Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polda Maluku Utara mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman radikalisme dan intoleransi, terutama yang berkembang melalui ruang digital.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Bambang Suharyono.

Kabidhumas menyampaikan bahwa periode Natal dan Tahun Baru biasanya menjadi momen meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk interaksi di media sosial. Kondisi ini kerap dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan paham radikal, provokasi, hingga hoaks yang dapat mengganggu persatuan dan ketertiban.

“Perayaan Natal dan Tahun Baru adalah momen damai untuk semua. Namun pada saat seperti ini, kelompok radikal dan intoleran kerap memanfaatkan tingginya arus informasi untuk menyebarkan propaganda, ajakan ekstrem, serta narasi yang memecah belah,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Dia menjelaskan bahwa radikalisme dan intoleransi di ruang digital dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti penyebaran hoaks yang mengarah pada kebencian atau kekerasan, provokasi SARA, propaganda ekstremisme, hingga manipulasi isu sosial yang bertujuan menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi. Jangan mudah percaya dengan pesan berantai, unggahan provokatif, atau konten yang melemahkan toleransi. Saring sebelum sharing,” tegas Kombes Pol. Bambang.

Lanjut dia, Polda Maluku Utara juga mengimbau masyarakat untuk menolak seluruh bentuk narasi radikal maupun intoleran, memperkuat toleransi antar umat beragama, serta segera melaporkan kepada Kepolisian jika menemukan aktivitas digital mencurigakan.

Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi, terutama yang mengandung unsur SARA, serta menggunakan media sosial secara bijak demi menjaga kondusivitas jelang Nataru.

“Mari kita ciptakan Natal dan Tahun Baru yang aman, penuh toleransi, serta bebas dari pengaruh radikalisme. Keamanan dan kedamaian Maluku Utara adalah tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.(ard)