UNUTARA Jajaki Kerja Sama Strategis dengan BAZNAS RI, Siapkan Beasiswa dan Program Pengabdian Masyarakat
RadarTimur.id, Jakarta — Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) terus memperluas jejaring kemitraan nasional. Terbaru, kampus berbasis Nahdlatul Ulama ini menjajaki penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Jumat (28/11/2025), di Kantor Pusat BAZNAS, Jalan Matraman, Jakarta Pusat.
Pertemuan ini membahas tiga bidang kerja sama strategis yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan saat ini.
Pertama, penelitian bersama untuk memperkuat riset yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Kedua, pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan komunitas melalui program-program berkelanjutan.
Ketiga, pemberian beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu di UNUTARA melalui pemanfaatan dana zakat yang dikelola BAZNAS RI.
Rektor UNUTARA, Dr. M. Nasir Tamalene, menegaskan bahwa penjajakan MoU ini merupakan langkah penting dalam menguatkan peran kampus sebagai pusat ilmu pengetahuan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Kerja sama dengan BAZNAS RI ini sangat strategis untuk memperluas dampak layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat Maluku Utara yang mempercayakan anak-anaknya menuntut ilmu di UNUTARA,” ujar Nasir.
Dari pihak BAZNAS RI, Sugianto, Kepala Bagian Pelaporan Nasional, menyambut baik inisiatif UNUTARA dengan menyebutkan bahwa kerja sama ini akan menempatkan UNUTARA sebagai mitra prioritas dalam pengelolaan zakat di lingkungan kampus, mulai dari mahasiswa, dosen hingga tenaga kependidikan.
“UNUTARA memiliki potensi besar sebagai mitra strategis. Karena itu, kami akan mempercepat penyusunan Perjanjian Kerja Bersama agar program beasiswa dan pengabdian masyarakat bisa segera diimplementasikan,” kata Sugianto.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ahmad Shofwan Syaukani, staf Bagian Kerja Sama BAZNAS RI, serta Wakil Rektor Bidang Akademik UNUTARA, Sunaidin.
Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi berbagai program pemberdayaan berbasis zakat di Maluku Utara, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tinggi.(red)
