Empati Tanpa Batas dari Morotai Gerak Bantu Sumatera
RadarTimur.id, Morotai — Musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera memantik gelombang solidaritas dari masyarakat Pulau Morotai. Meski berada di ujung timur Indonesia, kepedihan warga Sumatera dirasakan pula oleh masyarakat Morotai yang memaknai bencana ini sebagai panggilan kemanusiaan tanpa batas geografis.
Pada 9 Desember 2025, RadarTimur.id bersama DPD PAN Pulau Morotai, MIS Haji Ahmad Syukur Morotai Selatan, dan DPD KNPI Morotai menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu para korban banjir. Aksi ini berlangsung di sejumlah titik di Kota Daruba, Kecamatan Morotai Selatan, dan melibatkan berbagai elemen masyarakat hingga para siswa MIS.

Ketua KNPI Pulau Morotai dari PAN, Moh. Akbar Mangoda, menegaskan bahwa tragedi banjir ini adalah pengingat penting tentang makna kebangsaan dan nilai empati.
“Nilai kemanusiaan diuji ketika saudara kita tertimpa musibah. Kita bisa memilih diam, tetapi lebih mulia bila langkah kecil yang kita ambil memberi arti besar bagi mereka yang kehilangan segalanya,” ujar Anggota DPRD Pulau Morotai itu.
Kepala Sekolah MIS Haji Ahmad Syukur Farida Hadi menyampaikan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan segera disalurkan kepada korban yang terdampak paling parah.
“Bantuan dari Morotai ini bukan hanya berupa materi, tetapi juga pesan bahwa mereka tidak sendiri,” katanya.
Jurnalis RadarTimur.id, Kasim Bungan, yang turut serta dalam aksi tersebut, menekankan bahwa kemanusiaan harus ditempatkan di atas segala identitas, baik politik, organisasi, maupun batas wilayah.
“Ketika satu daerah berduka, daerah lain harus ikut merasakan. Solidaritas tidak butuh komando besar, cukup hati yang peka dan keinginan untuk berbagi,” ujarnya.
Wakil Ketua DPD PAN Pulau Morotai Julfikar Balaha, berharap agenda kemanusiaan semacam ini mampu membangkitkan kembali semangat peduli di tengah kehidupan modern yang semakin individualis.
“Semoga bantuan dari Morotai ini membawa berkah bagi saudara-saudara kita di Sumatera. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, kebaikan adalah pegangan yang tak pernah mengecewakan,” tutupnya.(red)
