radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Rabu, 18 Februari 2026

3 Hari Dalam Cengkaman Buaya, Jasad Bocah Itu Akhirnya Ditemukan

RadarTimur.id, Bacan — Desa Amasing Kota Barat, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), masih diselimuti duka, Kamis (18/12/2025).

Selama tiga hari, tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan satu tujuan, menemukan buaya yang membawa jasad bocah sekitar 10 tahun yang biasa disapa Affon. Sungai Inggoi, pesisir hingga muara laut disisir tanpa henti, menyusuri jejak predator yang merenggut nyawa bocah tersebut.

Pagi Kamis (18/12/2025), penantian itu berakhir. Nelayan menemukan jasad korban di perairan Desa Awanggo. Informasi tersebut diterima tim SAR sekitar Pukul 08.45 WIT dan langsung bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi jasad korban.

Tangis pecah saat jasad Affon dibawa ke rumah duka. Wajah keluarga dan tetangga menampakkan kesedihan yang mendalam. Anak-anak yang biasanya bermain di sungai itu hanya bisa menatap sunyi, menyadari teman sebaya mereka telah tiada. Sungai yang selama ini akrab dengan kehidupan sehari-hari, tiba-tiba menjadi saksi tragedi.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa operasi pencarian hari ketiga dimulai sejak pukul 06.50 WIT setelah briefing dan pembagian Search and Rescue Unit (SRU).

Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet Basarnas, longboat masyarakat, dan perahu nelayan dengan penyisiran sungai hingga ke laut.

“Pukul 08.45 WIT menerima informasi bahwa korban ditemukan oleh nelayan Desa Awanggo. Tim langsung menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.

Setelah proses evakuasi, jasad Affon dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban dalam keadaan meninggal dunia, operasi SAR resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Tragedi itu bermula pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIT. Affan, seperti biasa, pergi berenang di Sungai Inggoi, tempat yang kerap menjadi arena bermain anak-anak desa. Namun sore itu, sungai yang akrab tiba-tiba berubah menjadi medan maut.

Buaya sempat muncul ke permukaan air dengan menggigit tubuh bocah itu, dan menyeretnya lagi ke kedalaman sungai. Beberapa warga yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa terpaku dalam ngeri. Jeritan panik terdengar dari kejauhan, namun tak ada yang berani mendekat.

Momen itu sempat terekam dalam video yang kini beredar di kalangan warga. Dalam rekaman itu, tubuh Affon masih utuh, namun tampak tak lagi bergerak, tak berdaya di cengkeraman predator itu.

Sejak saat itu, warga desa sudah mengetahui kenyataan pahit bahwa Affon telah meninggal dunia. Tubuhnya hilang, terseret predator ke arah yang tak diketahui.

Pencarian pun dimulai. Selama tiga hari, tim SAR gabungan bersama warga menyisir setiap sudut sungai, pesisir, hingga muara laut. Setiap pagi dimulai dengan doa singkat, kemudian perahu karet, longboat, dan perahu nelayan bergerak menelusuri perairan yang luas.

Warga berjaga di tepian sungai, sesekali menatap air dengan harap-harap cemas, sementara keluarga korban menunggu dengan doa yang tak henti-henti.

Kehadiran tim SAR dan warga yang bergotong-royong memberikan sedikit kelegaan. Dan akhirnya, Kamis pagi itu, penantian pahit berakhir. Jasad Affon ditemukan nelayan di perairan Desa Awanggo, menandai akhir dari tiga hari dalam cengkaman buaya.(red)