Bupati Piet Kembali Perbaiki Dua Jembatan di Desa Cera
RadarTimur.id, Halut – Komitmen Bupati Halmahera Utara (Halut), Piet Hein Babua, dalam memperbaiki infrastruktur dasar terus ditunjukkan. Setelah jembatan di Kao Barat dan belakang Pasar Wosia direhabilitasi, kini perhatian pemerintah daerah tertuju pada dua jembatan rusak di Desa Cera, Kecamatan Loloda Kepulauan (Lokep).
Dua jembatan yang dimaksud masing-masing adalah Jembatan Dilajuku dan Jembatan Sirigi, yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat karena kondisinya yang rusak parah dan membahayakan keselamatan warga.
Kepala Desa Cera, Abetnego Barege, menjelaskan Jembatan Dilajuku yang berada di sebelah timur Desa Cera rusak sejak 1 Januari 2021. Kerusakan terjadi akibat luapan air dari gunung yang debitnya sangat besar saat hujan deras.
“Awalnya jembatan ini hanya berupa gorong-gorong kecil. Saat hujan deras, air meluap dan akhirnya jembatan jebol. Sudah banyak warga yang jatuh saat melintas, bahkan ada yang nyaris meninggal dunia karena terjatuh bersama muatan motor,” ungkap Abetnego.
Dia menyebut, kerusakan jembatan tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga di tiga desa, yakni Cera, Salube, dan Dowonggila. Pasalnya mereka tidak bisa membawa hasil bumi menggunakan kendaraan roda empat menuju Dama akibat terputusnya akses.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Halut karena akhirnya keluhan warga yang sudah lama kami sampaikan mendapat perhatian serius,” tambahnya.
Selain Jembatan Dilajuku, Jembatan Sirigi juga mengalami kerusakan sejak tahun 2022 setelah diterjang banjir pada malam hari. Hingga kini, jembatan tersebut hanya diganti secara darurat oleh warga menggunakan batang kelapa yang kondisinya mulai lapuk dan sangat berbahaya.
“Waktu itu ada warga yang melintas dengan motor dan tidak tahu jembatan sudah ambruk, akhirnya langsung jatuh ke jurang. Untung selamat, tapi motornya rusak berat,” jelas Abetnego.
Sementara itu, Team Leader Konsultan Perencana PT Arcansia Dwitama, Morens Panganton, saat melakukan survei lapangan menyampaikan bahwa Jembatan Dilajuku memiliki bentang sepanjang 18 meter dengan lebar 6 meter, sedangkan Jembatan Sirigi memiliki bentang 10 meter dengan lebar 6 meter.
Melihat tingkat urgensi dan dampaknya bagi masyarakat, Morens menegaskan bahwa sesuai instruksi Bupati Halut, kedua jembatan tersebut akan segera dikerjakan dalam waktu dekat.
“Perbaikan ini diharapkan dapat mengatasi kesulitan warga di Desa Cera, Dowonggila, dan Salube, khususnya dalam mengangkut hasil perkebunan dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(kro)
