radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Rabu, 18 Februari 2026

Kepala BNNK Sebut Morotai Masuk Zona Aman dari Narkoba

RadarTimur.id, Morotai – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pulau Morotai merilis capaian kinerja penanganan narkoba sepanjang tahun 2025 dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun yang digelar pada Senin, 23 Desember 2025.

Kepala BNNK Pulau Morotai, Fatahillah Syukur, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk keterbukaan informasi publik terkait pelaksanaan tugas serta penggunaan anggaran negara dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN).

“Perang melawan narkoba harus berorientasi pada nilai kemanusiaan. Mengungkap pelaku memang penting, tetapi mencegah jauh lebih mulia,” ujar Fatahillah, mengutip tagline Kepala BNN RI War on Drugs for Humanity.

Menurut Fatahillah, dinamika kejahatan narkotika global yang terus berkembang turut memengaruhi kondisi nasional hingga daerah. Oleh sebab itu, BNNK Pulau Morotai menitikberatkan pendekatan komprehensif melalui pencegahan, rehabilitasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Berdasarkan hasil survei BNN RI bersama BRIN tahun 2025, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba setahun pakai secara nasional mencapai 2,11 persen, meningkat dari 1,73 persen pada tahun 2023. Angka tersebut setara dengan sekitar 4,15 juta penyalahguna narkoba berusia 15–64 tahun.

Sementara itu, hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) layanan rehabilitasi narkotika secara nasional berada pada nilai 3,66 dengan kategori sangat baik. Khusus BNNK Pulau Morotai, nilai IKM tercatat 3,37, masuk kategori baik dan menempatkan Morotai sebagai daerah yang relatif aman dari ancaman narkoba.

Sepanjang tahun 2025, program pencegahan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pulau Morotai menyasar satu Desa Bersinar, yakni Desa Sambiki Baru. Selain itu, BNNK juga melakukan intervensi ketahanan keluarga anti narkoba terhadap 20 keluarga, serta melatih 50 penggiat P4GN dari unsur pemerintah, pendidikan, dan masyarakat.

Kegiatan edukasi dan sosialisasi P4GN dilaksanakan melalui tatap muka, media luar ruang, media elektronik, serta media sosial. Total sasaran komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) mencapai 900 orang, terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum, termasuk melalui kegiatan khas lokal Morotai Daloha yang dilaksanakan sebanyak 30 kali.

Di bidang rehabilitasi, BNNK Pulau Morotai melalui Klinik Pratama melayani rehabilitasi rawat jalan dan rawat inap. Selain itu, telah dibentuk satu unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), dua layanan rawat jalan, dua layanan pascarehabilitasi, serta dilakukan 28 skrining intervensi lapangan.

Layanan tes urine untuk penerbitan SKHPN tercatat mencapai 1.508 orang, melampaui target 1.300 layanan, dengan hasil Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang telah disetor ke kas negara.

Terkait penegakan hukum, BNNK Pulau Morotai tidak melakukan penyidikan kasus narkoba sepanjang tahun 2025 karena adanya pergeseran anggaran ke BNN Provinsi Maluku Utara.

Namun secara regional, BNN Provinsi Maluku Utara berhasil mengungkap 10 kasus narkoba dengan 11 tersangka, serta mengamankan barang bukti berupa 170 gram sabu dan 1.935 gram ganja, termasuk pemusnahan ganja seberat 1.500 gram pada 22 Desember 2025.

Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, BNNK Pulau Morotai mengimbau masyarakat untuk mengisi masa libur dengan kegiatan positif dan menjauhi narkoba. Deteksi dini juga telah dilakukan melalui tes urine terhadap kapten dan anak buah kapal, operator feri, serta motoris speed boat.

“Melawan narkoba bukan hanya tugas BNN, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Keluarga harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan,” pungkas Fatahillah. (ksm)