radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Rabu, 18 Februari 2026

Banjir Meluas di Halut–Halbar, Respons Cepat BPBD Dinanti Warga

RadarTimur.id — Hujan deras yang turun tanpa henti sejak Selasa, 6 Januari 2026, memicu rangkaian bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.

Bencana yang meluas hingga puluhan desa ini bukan hanya merendam rumah warga dan merusak infrastruktur vital, tetapi juga memunculkan desakan kuat agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera hadir dengan langkah tanggap darurat yang nyata.

Informasi terkini di Kabupaten Halmahera Utara, Kecamatan Loloda Utara menjadi salah satu wilayah terparah terdampak. Satu rumah warga di Desa Darume tertimbun longsor, sementara tiga rumah di Desa Ngajam rusak akibat pergerakan tanah. Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Desa Worimoi, di mana dua rumah warga terancam ambruk setelah dihantam banjir berarus deras.

Ancaman serius juga mengintai infrastruktur penghubung antarwilayah. Jembatan yang menghubungkan Desa Ngajam dan Desa Worimoi kini berada dalam kondisi rawan ambruk. Oprit di kedua sisi jembatan terkikis banjir, membuat struktur beton tampak menggantung.

Selain itu, bronjong normalisasi sungai sepanjang kurang lebih 50 meter dilaporkan ambrol, memperbesar risiko banjir susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Banjir juga melumpuhkan jaringan kelistrikan. Sejumlah tiang listrik dilaporkan terseret arus, menyebabkan pemadaman total di wilayah terdampak dan memperparah kondisi warga yang tengah berjuang menyelamatkan diri dan harta benda.

Salah satu warga Desa Worimoi, Ikhwan Tujang, mengungkapkan banjir datang secara tiba-tiba sekitar pukul 01.00 WIT saat sebagian besar warga masih terlelap. Luapan sungai dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter menggenangi permukiman, membuat banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang berharga. Masjid dan gedung PAUD di desa tersebut juga ikut terendam.

“Badan penanggulangan bencana harus bertindak cepat dan segera mendirikan posko penanggulangan bencana,” ujar Ikhwan, Rabu (7/1/2026), mewakili keresahan warga yang masih diliputi kecemasan karena cuaca belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

Kekhawatiran serupa disampaikan warga Desa Ngajam. Mereka menyebut masih terdapat patahan tanah aktif di sekitar lokasi longsor yang berpotensi memicu longsor susulan berskala lebih besar. Jika itu terjadi, kawasan permukiman di Kompleks Kampung Baru terancam tertimbun material longsor.

Sementara itu, di Kabupaten Halmahera Barat, bencana banjir dan longsor terjadi hampir merata di sejumlah kecamatan sejak dini hari. Di Kecamatan Sahu Timur, banjir merendam Desa Gigam Gamlamo dan memutus akses jalan utama menuju Jailolo.

Luapan air juga menggenangi Desa Gamomeng dan Idam Gamlamo, bahkan menyebabkan ruas jalan menuju Susupu tidak dapat dilalui kendaraan sejak Selasa malam.

“Kami sudah sering mengalami banjir seperti ini setiap hujan deras. Kondisi ini terus berulang dan butuh penanganan serius,” kata Saiful Albar, warga setempat.

Di Kecamatan Ibu, banjir dilaporkan menerjang Desa Tongute Ternate, Tongute dan Desa Gamlamo. Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga tiga meter dan merendam sekitar 80 persen rumah warga serta fasilitas umum.

Pemadaman listrik PLN di wilayah ini menyebabkan jaringan telekomunikasi ikut terputus hingga Rabu pagi. Banjir bandang juga merendam rumah warga di Kampung Cina, Kecamatan Ibu.

Bencana serupa terjadi di Kecamatan Ibu Selatan, meliputi Desa Sarau dan Desa Talaga. Longsor juga dilaporkan terjadi di sekitar Gunung Batu dan Gunung Cengkeh, Desa Ngalo-ngalo, yang menyebabkan jalur transportasi Ibu–Jailolo terputus.

Di Kecamatan Tabaru (Ibu Utara), longsor menutup badan jalan di ujung Desa Borona, membuat akses menuju Desa Tolisaor, Aru Jaya, Pasalulu, dan Togoreba Tua tidak bisa dilalui kendaraan. Di Desa Duono, dua rumah dilaporkan hanyut terbawa banjir.

Di Kecamatan Sahu, banjir dan longsor melanda Desa Balisoan Utara, Desa RTB, Jarakore, Lako Akelamo, Sasur, dan Goro-goro. Di Desa Sasur, longsor menimpa rumah warga, sementara di Desa Goro-goro warga terpaksa mengungsi ke gedung gereja setempat.

Informasi paling mengkhawatirkan datang dari Desa Tolofuo dan Desa Soasio, Kecamatan Loloda, yang dilanda longsor dan menimpa beberapa rumah warga. Hingga saat ini belum ada laporan resmi dan rinci terkait korban jiwa maupun luka-luka.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Maluku Utara. BMKG mencatat hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang terjadi pada dini hari dan berpotensi meluas di Halmahera Utara dan Halmahera Barat.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor, serta terus memantau informasi resmi cuaca dan perkembangan penanganan bencana dari instansi berwenang. (ard)