Bupati Halut Apresiasi Keterlibatan Nyata TNI/Polri dalam Penanganan Bencana
RadarTimur.id, Halut – Bupati Halmahera Utara (Halut), Piet Hein Babua, memberikan apresiasi tinggi dan positif kepada jajaran TNI dan Polri atas keterlibatan nyata mereka dalam penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Utara.
Di wilayah Kecamatan Loloda Utara, beberapa desa terdampak bencana dipenuhi material banjir berupa batu dan kayu berukuran besar. Kondisi tersebut langsung ditangani oleh personel TNI/Polri yang turun ke lapangan dan bekerja secara manual bersama warga setempat.
Dengan menggunakan alat seadanya seperti pacul, sekop, dan linggis, personel TNI/Polri bahu-membahu membersihkan lumpur yang menutup pemukiman warga serta mengangkat kayu-kayu besar yang hanyut terbawa arus banjir.
Tumpukan material kayu yang berserakan di dalam desa, sepanjang daerah aliran sungai, hingga di pesisir pantai, dibereskan secara gotong royong agar kondisi desa kembali bersih dan layak dihuni.
Atas kerja keras tersebut, Bupati Piet Hein Babua secara khusus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dedikasi TNI/Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Kita berterima kasih dan memberikan apresiasi yang sangat positif atas keterlibatan TNI/Polri dalam menanggapi kondisi ini. Bayangkan, hanya dalam waktu sekitar 3,5 jam, kami sudah berkoordinasi dan mempersiapkan seluruh perlengkapan serta akomodasi untuk turun ke lokasi bencana. Mereka bergerak cepat dan tepat,” ujar Bupati Piet, Senin (12/1/2026).
Dia menambahkan, dalam rentang waktu singkat tersebut, seluruh tim sudah siap dan langsung bergerak menuju lokasi bencana dengan membawa berbagai kebutuhan yang diperlukan.
“Kami akui, tanpa keterlibatan TNI/Polri, Pemerintah Daerah Halmahera Utara pasti akan cukup kesulitan untuk membereskan kerusakan yang terjadi akibat bencana ini,” tegasnya.
Peran aktif TNI/Polri juga terlihat di sejumlah lokasi bencana lainnya, seperti di Kecamatan Kao Barat, Galela Utara, dan Galela Selatan. Kehadiran mereka dinilai sangat membantu, terutama dalam kondisi akses transportasi yang terputus.
“Dalam situasi di mana akses darat terhambat karena longsor dan jembatan putus, sementara akses laut belum memungkinkan akibat cuaca, mereka tetap turun dengan tekad dan semangat, bekerja tanpa kenal lelah,” lanjut Bupati Piet.(kro)
