Bupati Piet Ajak Warga Halut Berempati kepada Korban Bencana
RadarTimur.id, Halut – Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) menimbulkan keprihatinan mendalam.
Ribuan warga terdampak, sebagian harus mengungsi ke tempat yang lebih aman, kehilangan harta benda, bahkan terdapat korban jiwa akibat musibah tersebut.
Sebagai bentuk keprihatinan dan ajakan solidaritas, Bupati Halut Piet Hein Babua mengeluarkan Surat Edaran Nomor 000.2.10/020 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Masyarakat yang Bersifat Hiburan, Perayaan, dan Keramaian Umum yang Berpotensi Menimbulkan Kerumunan Massa Pasca Bencana Daerah di Kabupaten Halmahera Utara.
Surat edaran tersebut bertujuan mengajak seluruh masyarakat Halut untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama warga yang tengah mengalami musibah.
Bupati Halut Piet Hein Babua menegaskan bahwa surat edaran tersebut bukan dimaksudkan untuk mengaitkan kegiatan pesta atau keramaian sebagai penyebab terjadinya banjir dan longsor.
Namun lebih sebagai ajakan moral kepada masyarakat untuk menumbuhkan kepekaan sosial di tengah masa tanggap darurat.
“Kami mengetuk hati nurani seluruh warga Halut agar merasa sepenanggungan dengan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Pada masa tanggap darurat, semestinya kita saling tolong-menolong, bukan berpesta ria seolah tidak peduli dengan penderitaan sesama,” tegas Bupati Piet Hein Babua.
Lebih lanjut Bupati Piet berharap semangat empati, solidaritas, dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat Halut hingga masa pemulihan pascabencana dapat dilalui bersama.
Langkah pemerintah daerah ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Silvanus Simange, tokoh masyarakat Loloda sekaligus akademisi Politeknik Padamara Tobelo.
Saat ditemui media ini, Minggu (11/01/2026), Silvanus menyampaikan terima kasih kepada Bupati Halut dan unsur Forkopimda yang dinilai sigap menangani bencana.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati dan unsur Forkopimda yang bergerak cepat dan langsung turun ke lokasi bencana untuk melihat serta merasakan langsung apa yang dialami warga,” ujarnya.
Menurut Silvanus, langkah tersebut mencerminkan kepedulian pemerintah sebagai orang tua bagi masyarakatnya, sekaligus bentuk empati nyata kepada warga yang sedang menderita.
“Karena itu, himbauan Bupati melalui surat edaran ini sangat perlu, relevan, dan patut mendapat respon positif dari kita semua. Kita adalah satu keluarga besar, sehingga kepedulian dan saling membantu harus menjadi nilai bersama,” tambahnya.(kro)
