radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Selasa, 17 Februari 2026

3 Sungai di Loloda Utara Akan Dinormalisasi 

RadarTimur.id, Halut – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) memastikan akan melakukan normalisasi terhadap tiga sungai di Kecamatan Loloda Utara sebagai langkah penanganan pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Tiga sungai yang akan dinormalisasi masing-masing berada di Desa Asimiro, Desa Doitia, dan Desa Worimoi.

Komitmen itu disampaikan langsung oleh Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, saat meninjau kondisi warga terdampak banjir di Desa Doitia, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Bupati, banjir besar yang terjadi belum lama ini disebabkan oleh aliran sungai yang tersumbat material, sehingga menyebabkan pergeseran alur sungai ke kawasan permukiman warga.

“Karena mengalami sumbatan, terjadi pergeseran sungai ke pemukiman warga dan menggenangi dusun-dusun hingga mengakibatkan banjir besar. Ini penyebab utamanya,” ujar Bupati Piet.

Dia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah tengah menyiapkan alat berat untuk mendukung proses normalisasi sungai. Pemda juga sedang berkoordinasi dengan pihak penyedia kapal Landing Craft Tank (LCT) guna mengangkut alat berat ke wilayah Loloda Utara, khususnya ke Desa Doitia.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada kepastian terkait ketersediaan kapal LCT yang dapat mengangkut peralatan tersebut ke lokasi pekerjaan, “Jika alat berat sudah tiba, maka normalisasi tiga sungai ini akan segera dilakukan, sehingga ke depan dampak hujan deras bisa diantisipasi dengan lebih baik,” jelasnya.

Selain upaya fisik penanganan sungai, pihaknya juga menyiapkan bantuan bahan pangan bagi warga terdampak. Bantuan tersebut berupa beras sebanyak 5 kilogram per kepala keluarga.

Untuk mengantisipasi terhambatnya akses transportasi laut dan darat, Pemkab memastikan KM Rajawali akan kembali melayani rute Tobelo–Loloda mulai Rabu, 21 Januari 2026.

Bupati berharap, beroperasinya kembali kapal tersebut dapat memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat Loloda Utara ke Tobelo, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi para pelaku usaha lokal.

“Dengan kapal ini, kami berharap hasil-hasil pertanian masyarakat Loloda Utara bisa dipasarkan ke Tobelo. Pengusaha lokal juga mendapatkan akses distribusi, sehingga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat bisa pulih secara perlahan,” pungkasnya.(kro)