radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Selasa, 17 Februari 2026

Ironi di Kampung Kadis PUPR: Gorong-gorong Rusak Tak Tersentuh Perbaikan

RadarTimur.id, Morotai – Gorong-gorong air yang melintasi jalan raya di Kampung Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai, Fahmi Usman, tepatnya di Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, mengalami kerusakan parah.

Akibatnya, air tumpah ruah ke badan jalan dan menimbulkan genangan, sehingga mencemari wajah pusat kota. Peristiwa ini terjadi dan terus dikeluhkan warga hingga Senin (26/1/2026).

Kerusakan gorong-gorong tersebut telah berlangsung lebih dari satu tahun tanpa perbaikan berarti. Dampaknya, sekitar 100 meter ruas jalan mengalami kerusakan dan berlubang akibat genangan air yang terus-menerus. Kondisi ini memaksa pengendara, baik roda dua maupun roda empat, untuk memperlambat laju kendaraan demi menghindari kecelakaan.

Tidak hanya mengganggu pengguna jalan, warga Desa Gotalamo juga mengeluhkan bau tak sedap yang keluar dari gorong-gorong tersebut. Aroma menyengat itu dinilai sangat mengganggu kenyamanan, terlebih lokasi ini berada di pusat kota Kabupaten Pulau Morotai.

Winda, salah seorang pengendara sepeda motor, mengungkapkan kekesalannya saat melintasi jalan tersebut. Dirinya juga mempertanyakan keberadaan dan peran pemerintah daerah.

“Sebenarnya pemerintah daerah ada di mana? Gorong-gorong dan jalan ini sudah lama rusak dan berbau, tapi tidak pernah diperbaiki. Sangat mengganggu,” ujar Winda.

Keluhan serupa juga disampaikan seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya. Dia menilai pemerintah desa dan pemerintah kabupaten, khususnya Kepala Dinas PUPR, terkesan abai terhadap persoalan ini.

“Padahal jalan ini selalu dilewati kepala desa dan Kepala Dinas PUPR. Rumah mereka bahkan sangat dekat dari lokasi gorong-gorong yang rusak. Tapi tidak ada respons, seolah dibiarkan begitu saja,” ujarnya.

Warga pun mendesak Bupati Pulau Morotai, Dr. Rusli Sibua, dan Wakil Bupati Rio Cristian Pawane, untuk menegur bawahannya agar segera mengambil langkah perbaikan.

“Kami meminta Bupati dan Wakil Bupati menegur Kepala Dinas PUPR dan kepala desa yang tidak tanggap terhadap persoalan ini,” tambahnya.

Menurut warga, Desa Gotalamo merupakan kawasan pusat kota yang menjadi wajah Kabupaten Pulau Morotai. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan warga dan pengendara, tetapi juga berpotensi merusak citra daerah di mata wisatawan.

“Gotalamo ini pusat kota. Kalau dibiarkan, selain membahayakan pengguna jalan, juga merusak selera wisatawan yang melintas,” tegasnya.(ksm)