radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Selasa, 17 Februari 2026

Masyarakat Apresiasi Kepemimpinan Piet–Kasman Atasi Banjir dan Longsor di Halut

RadarTimur.id, Halut – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara di bawah kepemimpinan Bupati Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad mendapat apresiasi luas dari masyarakat atas keberhasilan dalam menangani bencana banjir dan tanah longsor.

Keberhasilan tersebut ditandai dengan dicabutnya Status Tanggap Darurat Bencana secara resmi pada 27 Januari 2026, setelah sebelumnya diperpanjang sejak 20 Januari 2026.

Masyarakat, khususnya di Desa Doitia, Kecamatan Loloda Utara, menyampaikan rasa syukur atas respons cepat dan langkah konkret pemerintah daerah. Pengiriman dua unit alat berat jenis excavator untuk normalisasi Sungai Doitia dinilai sangat tepat dalam mengatasi sumber utama banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

“Saya mewakili masyarakat Doitia yang terdampak banjir merasa sangat bersyukur kepada Tuhan, karena pemerintah daerah, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, telah mengirimkan dua unit excavator untuk membantu kami,” ujar Jon Sitanala, warga Desa Doitia, Rabu (28/1/2026).

Menurut Jon, kehadiran alat berat tersebut membawa ketenangan bagi warga, karena proses normalisasi sungai mulai dilakukan, sehingga risiko banjir dapat ditekan.

“Masyarakat Desa Doitia sangat bersyukur dan merasa lebih tenang saat alat berat tiba dan mulai bekerja,” ungkapnya.

Selain penanganan banjir, masyarakat Kecamatan Loloda Utara juga menyampaikan apresiasi atas perhatian serius Bupati Halmahera Utara terhadap perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di ruas Ngajam–Apulea.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil, setelah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan pada Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Halmahera Utara melakukan survei lapangan pada Kamis (22/1/2026).

Survei ini merupakan tindak lanjut atas usulan Bupati Piet Hein Babua terkait penanganan ruas jalan dan empat jembatan di wilayah Ngajam–Apulea, yakni Jembatan Ake Worimoi, Ake Doitia, Ake Puru, dan Ake Asmiro. Usulan tersebut bahkan telah mendapatkan disposisi dari Menteri dan Direktur Jenderal terkait.

Masyarakat berharap, hasil survei ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga akses transportasi dan mobilitas warga di Loloda Utara semakin membaik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.(kro)