Pastikan Warga Terdampak Bencana Tak Kekurangan Pangan, Pemda Halut Salurkan Beras ke Sejumlah Titik
RadarTimur.id, Halut – Pasca pencabutan status Tanggap Darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Loloda Utara, Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut) tetap menunjukkan komitmen penuh dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak terpenuhi.
Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, melalui kebijakan strategisnya, menyalurkan bantuan beras bagi warga di sejumlah desa terdampak. Penyaluran bantuan tersebut dilepas secara resmi di Gudang Bulog Gamsungi, Tobelo, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan pelepasan bantuan diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Setda Halut, Valentino Leiwakabesy, serta disaksikan oleh Kepala BPBD Halut Hentje M.L. Hetharia, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Halut Aditama Abas, Kabag Tata Pemerintahan Oscar Bertho Mene, dan Kepala Bulog Tobelo.
Dalam sambutannya, Valentino Leiwakabesy menyampaikan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional, Bulog, serta Dinas Ketahanan Pangan Halut atas dukungan dan kesiapan pasokan beras bagi masyarakat terdampak bencana di Loloda Utara.
“Ini merupakan terobosan luar biasa dari Bupati Halmahera Utara yang secara aktif menyurat ke Badan Pangan Nasional, sehingga ketersediaan beras dapat segera diakomodir dan disalurkan kepada masyarakat. Kita patut berterima kasih kepada pemimpin daerah ini, Bupati Piet Hein Babua,” ujar Valentino.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Halut, Aditama Abas, menjelaskan bahwa Badan Pangan Nasional memberikan atensi khusus terhadap daerah rawan pangan dan rawan bencana, termasuk Halmahera Utara.
“Menindaklanjuti surat dari Bupati Halmahera Utara, Badan Pangan Nasional mengakomodir bantuan beras tahap pertama sebanyak 15 ton dan tahap kedua 16,5 ton. Total keseluruhan bantuan beras yang disalurkan mencapai 31,5 ton,” jelas Aditama.
Dia menambahkan, mekanisme penyaluran bantuan dilakukan melalui cadangan pangan pemerintah daerah yang disiapkan oleh Bulog. Intervensi ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terdampak bencana tetap terpenuhi.
Sementara Kepala BPBD Halut, Hentje M.L. Hetharia, menjelaskan bahwa bantuan beras tersebut difokuskan pada wilayah rawan pangan di Kecamatan Loloda Utara, mencakup 12 desa dari Desa Pocao hingga Apulea.
“Bupati Halmahera Utara berinisiatif memberikan bantuan beras sebesar 10 kilogram per kepala keluarga. Dari total sekitar 1.700 KK di 11 desa, kebutuhan beras mencapai 17 ton. Sebelumnya, 2 ton telah disalurkan ke Desa Doitia saat pencabutan status tanggap darurat,” jelas Hentje.
Untuk teknis penyaluran, bantuan dibagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, mencakup Desa Pocao, Kapa Kapa, Gisik, Galao, dan Kailupa. Tahap kedua pada Sabtu, 7 Februari 2026, untuk Desa Momojiu, Asmiro, dan Apulea. Tahap terakhir dijadwalkan pada Senin, 9 Februari 2026, meliputi Desa Dorume, Ngajam, dan Wori Moi.
“Selain beras, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik lainnya bagi masyarakat di Kecamatan Loloda Utara yang tergolong daerah rawan pangan pascabencana,” tambahnya.(kro)
