radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Selasa, 17 Februari 2026

Polda Malut Pastikan Stok Bapokting Aman Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

RadarTimur.id, Ternate — Kepolisian Daerah Maluku Utara (Polda Malut) melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersama Satgas Pangan Provinsi Malut memastikan ketersediaan Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) di wilayah Ternate dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Tim Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melakukan pemantauan lapangan (sidak) secara intensif pada Selasa (10/2) di sejumlah titik distribusi utama, pasar tradisional, serta ritel modern di Kota Ternate.

Sidak dilakukan oleh Subdit I/Indagsi Ditreskrimsus Polda Malut dengan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, Perum Bulog, serta DPMPTSP Provinsi Malut.

Kabidhumas Polda Malut Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W menjelaskan, hasil pengecekan di tingkat distributor menunjukkan stok beras premium mencapai 400 ton, tepung terigu 250 ton, dan gula 250 ton.

Sementara itu, stok beras di Perum Bulog tercatat sebesar 153,5 ton, ditambah pasokan 1.550 ton yang saat ini dalam perjalanan menuju Ternate.

“Secara umum, neraca ketersediaan pangan strategis menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1447 H di Maluku Utara berada dalam kondisi aman. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kelangkaan bahan pangan,” ujar Kabidhumas.

Selain ketersediaan stok, Satgas Pangan juga memantau perkembangan harga di pasar rakyat. Di Pasar Inpres Bastiong, terpantau harga cabai rawit mencapai Rp100.000/kg dan bawang merah Rp80.000/kg. Kenaikan tersebut disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari daerah penghasil.

Namun, harga yang lebih rendah ditemukan di Pasar Tradisional Barito, dengan bawang merah dijual Rp60.000/kg dan cabai rawit Rp70.000/kg. Untuk komoditas daging sapi di Pasar Higenis, harga terpantau stabil di kisaran Rp150.000/kg, sementara stok di ritel modern juga terjaga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Polda Malut menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalur distribusi pangan guna mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga. Satgas Pangan akan menindak tegas oknum yang sengaja memainkan harga atau menahan stok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Sebagai langkah penguatan cadangan pangan daerah, pemerintah bersama Satgas Pangan juga menyiapkan tambahan stok gula sebanyak 25 ton yang akan masuk ke gudang Bulog.

Polda Malut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan panic buying. Ketersediaan pangan dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Maluku Utara selama Ramadan hingga Idul Fitri mendatang.(ard)