Diterima Langsung Bupati Halut, Anggota DPR RI Irine Yusiana Roba Putri Kawal Pembangunan dan Mitigasi Bencana
RadarTimur.id, Halut – Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menerima kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PDI Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri, bersama jajaran Kepala Balai Kementerian PUPR Provinsi Maluku Utara (Malut) dalam agenda monitoring pembangunan serta penanganan pascabencana.
Pertemuan berlangsung di Ruang FTJ Kantor Bupati Halmahera Utara, Tobelo, Selasa (10/02/2026), dan dihadiri Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad, unsur Forkopimda, Sekda, pimpinan OPD, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Irine Yusiana Roba Putri menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebutuhan pembangunan Halmahera Utara hingga ke tingkat pemerintah pusat.
“Saya hadir bersama seluruh Kepala Balai sebagai wakil masyarakat Maluku Utara. Infrastruktur Halmahera Utara masih tertinggal dan membutuhkan sentuhan langsung Pemerintah Pusat,” ujar Irine.
Dia menekankan, arah pembangunan ke depan harus berbasis mitigasi bencana dengan konsep build back better — membangun kembali dengan lebih kuat, lebih baik, serta berorientasi pada pengurangan risiko bencana.
Irine juga mengungkapkan bahwa Halmahera Utara menjadi satu-satunya kabupaten di Malut yang mendapatkan Program Inpres Jalan Daerah (IJD), serta bantuan rumah melalui program BSPS yang nilainya meningkat hingga Rp40 juta untuk wilayah pesisir.
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Malut, M. Saleh Talib, memaparkan fokus penanganan banjir dan penyediaan air baku bagi masyarakat.
“Tahun 2026 kami akan membangun tanggul dan memperbaiki Sungai Asmiro, serta melakukan penanganan Sungai Ake Aru dan Doitia pascabencana,” jelasnya.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, Navy A. Umasangadji, menyebut tingkat kemantapan jalan nasional di Halmahera Utara telah mencapai 99,41 persen.
“Prioritas tahun ini adalah pembangunan Jembatan Asmiro karena desain teknisnya sudah tersedia,” ungkapnya.
Program lainnya meliputi pembangunan SPAM Sekolah Rakyat, sumur air tanah, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga penguatan penanganan banjir dari hulu ke hilir.
Kepala BPBPK Maluku Utara, Sahdin Hi Husen, menyampaikan dukungan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk Sekolah Rakyat di Desa Kukumutuk yang juga akan melayani tiga desa di sekitarnya.
Sedangkan Kepala BP2JK Maluku Utara, Andie Mai Endrijanto, menyebut pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
“Integrasi pembangunan sekolah dengan fasilitas kesehatan menjadi bagian dari prasarana strategis ke depan,” katanya.
Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menyampaikan bahwa kehadiran Anggota DPR RI dan seluruh Kepala Balai menjadi momentum strategis bagi percepatan pembangunan daerah.
“Hari ini menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Halmahera Utara. Kehadiran lengkap Anggota DPR RI Irine Yusiana Roba Putri bersama para Kepala Balai sangat penting untuk mendorong percepatan pembangunan daerah,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti persoalan banjir di daerah aliran Sungai Wailamo yang kerap melanda sejumlah desa akibat penyumbatan aliran sungai sepanjang 3–4 kilometer.
“Jika tidak segera ditangani, potensi banjir akan terus berulang,” tegasnya.
Pemerintah daerah turut mengusulkan percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Loloda dan Loloda Utara, termasuk Jembatan Asmiro yang telah masuk dalam anggaran tahun 2026.
Menutup pertemuan, Bupati menyampaikan apresiasi atas sinergi pemerintah pusat dan daerah, “Sepanjang sejarah, ini pertama kalinya seluruh Kepala Balai hadir lengkap di Halmahera Utara. Kami berharap sinergi ini dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Dia menambahkan, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan fiskal daerah dalam menangani kebutuhan infrastruktur serta mitigasi bencana yang semakin kompleks.(kro)
