Asmar Bani Nyatakan Sikap Bertarung sebagai Ketua ISNU Malut
RadarTimur.id, Ternate – Asmar Bani secara resmi menyatakan sikap untuk maju dan bertarung sebagai Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Maluku Utara (Malut) pada musyawarah wilayah yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 15 Februari 2026, di Royal Resto Kalumpang, Kota Ternate.
Pernyataan tersebut disampaikan Asmar sebagai bentuk kesiapan dirinya untuk memimpin ISNU Malut ke arah yang lebih baik dan progresif. Dia menegaskan komitmennya untuk menjalankan roda organisasi sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan dalam AD/ART organisasi.
“Asmar menyatakan siap mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab. ISNU harus menjadi wadah konsolidasi intelektual Nahdliyin yang mampu memberi kontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Asmar diketahui memiliki pengalaman panjang memimpin organisasi, khususnya di lingkungan badan otonom Nahdlatul Ulama (Banon). Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun soliditas internal sekaligus memperluas peran ISNU dalam pembangunan sumber daya manusia di Malut.
Tak hanya itu, ia juga mengaku telah mengantongi dukungan dari mayoritas cabang ISNU se-Malut. Dukungan tersebut menjadi energi tambahan baginya untuk maju dalam kontestasi musyawarah wilayah mendatang.
Asmar menambahkan, jika dipercaya memimpin, dirinya akan fokus pada penguatan kapasitas kader sarjana NU melalui program peningkatan kompetensi, riset, serta kemitraan strategis dengan pemerintah dan lembaga pendidikan.
Dia menilai ISNU harus tampil sebagai motor penggerak pemikiran dan solusi atas berbagai persoalan sosial, pendidikan, dan ekonomi di daerah.
Selain itu, Asmar mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menjaga suasana musyawarah tetap kondusif, demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.
Menurutnya, perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam organisasi, namun persatuan dan komitmen membesarkan ISNU Maluku Utara harus tetap menjadi prioritas utama.
Dia juga berharap, Musyawarah wilayah ISNU Malut, menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah gerak ke depan dalam memperkuat peran sarjana Nahdlatul Ulama di berbagai sektor pembangunan daerah.(red)
