Wabup Morotai Rio Cristian Pawane Paparkan LKPJ Tahun 2025 pada Rapat Paripurna DPRD
RadarTimur.id, Morotai – DPRD Kabupaten Pulau Morotai menggelar rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025, Selasa (31/3/2026).
Penyampaian LKPJ tersebut merupakan amanat peraturan perundang-undangan sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun anggaran.
Dalam proses penyusunannya, Bagian Tata Pemerintahan sesuai tugas dan fungsinya turut menyusun dokumen LKPJ dengan mengoordinasikan berbagai indikator kinerja yang diampu oleh perangkat daerah.
Namun, rapat paripurna kali ini tidak dihadiri Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, karena sedang berada di luar daerah. Penyampaian dokumen LKPJ pun diwakilkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Rio Cristian Pawane.
Dalam pidatonya, Rio menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan tidak dapat diasumsikan dalam ruang publik yang hampa, melainkan harus mengacu pada data yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Sebab data statistik bukan sekadar deretan angka tak bermakna, melainkan potret dari perjuangan rakyat kita,” ujarnya.
Rio menjelaskan, indikator perkembangan ekonomi dan sosial mencerminkan dinamika kesejahteraan masyarakat yang terus diupayakan pemerintah daerah. Indikator tersebut meliputi pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta garis kemiskinan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pulau Morotai pada tahun 2025 tercatat sebesar 2,88 persen, yang diperoleh dari perubahan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara agregat berdasarkan kontribusi masing-masing lapangan usaha.
“Ini menunjukkan capaian bahwa perekonomian daerah tetap berada pada jalur positif,” ucap Rio.
Sementara itu, nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 65,68 pada tahun 2024 menjadi 67,86 pada tahun 2025.
Rio mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan adanya kemajuan nyata dalam pembangunan manusia, khususnya pada peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat.
“Garis kemiskinan berhasil ditekan dari 3,69 ribu jiwa pada tahun 2024 menjadi 3,29 ribu jiwa pada tahun 2025, atau menurun 10,86 persen,” katanya.(ksm)

