radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Selasa, 17 Februari 2026

Sekda Halut Buka Konfercab V WKRI Santa Maria Tobelo: Dorong Peran Perempuan dalam Gereja dan Masyarakat

RadarTimur.id, Halut – Konferensi Cabang (Konfercab) V Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Santa Maria Tobelo resmi dibuka oleh Bupati Halut, Piet Hein Babua, yang diwakili Sekretaris Daerah, E.J. Papilaya di Hotel Greenland, Sabtu (04/10/25).

Acara ini dihadiri Penasehat Rohani RD Johanis Ouduka, Presidium DPD WKRI Maluku dan Maluku Utara Deliana Masela, Rektor Seminari Santo Yosep Tobelo RD Fery Renwarin, Ketua WKRI Cabang Santa Maria Tobelo Yensy Emray, para ketua ranting, serta sekitar 100 anggota WKRI.

Sekda Halut E.J. Papilaya dalam sambutannya berpesan agar WKRI tetap berlandaskan semangat cinta kasih dalam menyusun program.

Dia mengingatkan pentingnya pengurus mengelola organisasi dengan baik, disiplin, serta bertanggung jawab.

“Organisasi ini harus menjadi wadah saling membangun dalam suasana harmonis. Selain itu, manfaatkan lahan kosong untuk ditanami kelapa, pala, atau tanaman produktif lain sebagai investasi masa depan,” pesan Papilaya.

Ketua Panitia, Oktavia Liliyana, menjelaskan bahwa Konfercab bertujuan mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban DPC WKRI periode 2022–2025 sekaligus memilih pengurus baru untuk periode 2025–2028. Sebelumnya, panitia juga menggelar Pra Konfercab sebagai ajang persiapan.

Ketua WKRI Cabang Santa Maria Tobelo, Yensy Emray, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momen istimewa karena Gereja Katolik merayakan Tahun Yubileum dengan tema “Peziarah Harapan.”

Maka dengan itu dia menekankan, pentingnya peran WKRI dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“WKRI adalah bagian dari gereja, masyarakat, dan bangsa. Karena itu kita tidak boleh berpangku tangan, melainkan ikut ambil bagian membangun kehidupan berbangsa dan bergereja,” ujar Yensy.

Penasehat Rohani WKRI, RD Johanis Ouduka, menyebut Konfercab sebagai momen refleksi dan syukur atas pelayanan WKRI.

Lanjut dia, pelayanan WKRI harus berdampak, tidak hanya di dalam organisasi, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Presidium DPD WKRI Maluku-Malut, Deliana Masela, menyoroti empat isu strategis hasil Kongres XXI tahun 2023, yakni korupsi dan ideologi bangsa, perempuan dan anak dalam kemiskinan struktural, lingkungan hidup dan perubahan iklim, serta perempuan di era teknologi.

“WKRI harus menjadi organisasi yang inklusif, terbuka, dan mampu berkolaborasi dengan pemerintah, gereja, dan organisasi perempuan lainnya,” jelas Deliana.(kro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini