Jembatan Wai Bega I Ambruk Dihantam Banjir, Akses Utama di Pulau Sulabesi Lumpuh Total
RadarTimur.id, Sanana – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kepulauan Sula sejak Selasa pagi, 7 Oktober 2025, mengakibatkan ambruknya Jembatan Wai Bega I di ruas jalan Sanana–Manaf, tepatnya pada titik STA 31+789, Kecamatan Sulabesi Tengah.
Jembatan yang menjadi penghubung utama antara sejumlah kecamatan di Pulau Sulabesi itu kini putus total, memutus akses transportasi dan logistik warga di wilayah selatan pulau.
Kepala Desa Bega, Darmin Fatmona, mengonfirmasi peristiwa tersebut menuturkan, sejak pagi hari curah hujan di wilayahnya meningkat tajam disertai angin kencang.
Akibatnya air sungai meluap deras kemudian menghantam pondasi jembatan hingga menyebabkan bagian oprit tergerus dan badan jalan ambruk.
“Air naik sangat cepat dan arusnya kuat sekali. Dalam waktu singkat, tanah di sisi jembatan habis tergerus. Kami hanya bisa menyaksikan bagaimana bagian tepi jembatan runtuh satu per satu,” ujar Darmin saat dihubungi RadarTimur.id, Selasa (7/10/2025).
Menurut Darmin, hujan deras yang berlangsung lebih dari lima jam membuat aliran Sungai Wai Bega tak mampu menampung volume air kiriman dari wilayah hulu.
Derasnya arus air juga membawa material lumpur dan batang pohon besar yang memperparah kerusakan, “Jembatan itu sebelumnya sudah beberapa kali kami usulkan untuk diperbaiki, karena bagian pondasinya mulai retak sejak awal tahun,” kata dia menambahkan.
Akibat ambruknya jembatan tersebut, jalur transportasi darat dari Sanana menuju Kecamatan Sulabesi Selatan, Sulabesi Barat, Sulabesi Timur, hingga ke Desa Manag, kini lumpuh total.
Pemerintah Desa Bega telah mengeluarkan imbauan agar warga untuk sementara waktu tidak melintasi area sekitar jembatan, mengingat kondisi struktur yang masih labil dan berisiko ambruk total jika hujan kembali turun. “Kami sudah pasang tanda peringatan dan menutup akses jalan agar tidak ada korban,” ujar Darmin.
Arfia salah satu warga yang berada di lokasi kejadian mengatakan, peristiwa ambruknya Jembatan Wai Bega I, menjadi peringatan serius terhadap infrastruktur jalan di Pulau Sulabesi yang sebagian besar berada di wilayah rawan banjir dan longsor.
“Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah cepat agar aktivitas warga dapat kembali normal sebelum jalur transportasi benar-benar terisolasi,” timpal dia.
Sementara itu, dari pantauan di lapangan, bagian kiri jembatan tampak menggantung, dengan struktur besi dan beton yang sebagian sudah terlepas dari pondasi utama. Air sungai masih mengalir deras dengan warna kecokelatan.
Puluhan kendaraan roda dua dan empat terpaksa berhenti di dua sisi jembatan karena tidak bisa melintas.(var)

Tinggalkan Balasan