radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Jumat, 20 Februari 2026

Gelombang Tinggi Terjang Ternate, Aktivitas Pelayaran Terganggu dan Warga Siaga di Pesisir Bastiong

RadarTimur.id, Ternate – Gelombang tinggi disertai angin kencang menghantam wilayah pesisir Kota Ternate dan sekitarnya, Selasa (7/10/2025). Cuaca ekstrem yang berlangsung sejak pagi itu memicu kekhawatiran warga, mengganggu aktivitas pelayaran.

Pantauan RadarTimur.id pada Selasa siang, menunjukkan, ombak besar terus menghantam bibir pantai hingga ke jalan utama pelabuhan. Sejumlah kapal penumpang dan kapal barang yang hendak bersandar di Pelabuhan Bastiong dan Pelabuhan Fery Bastiong Kota Ternate terpaksa menunda aktivitas bongkar muat karena kondisi laut yang tidak bersahabat.

Safrudin, warga Kelurahan Bastiong, menuturkan bahwa sejak dini hari angin bertiup sangat kencang dan ombak mulai naik ke daratan.

“Air laut sudah sampai ke jalan. Batu-batu dari pemecah ombak terpental ke jalan raya. Kami langsung berinisiatif palang jalan supaya kendaraan tidak lewat karena sangat berbahaya,” ujarnya.

Aksi pemalangan jalan dilakukan secara spontan oleh warga sebagai langkah antisipatif. Mereka khawatir gelombang tinggi dapat membahayakan pengguna jalan maupun pengendara yang melintas di kawasan pelabuhan.

Selain mengganggu aktivitas warga, beberapa rumah di pesisir Bastiong juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat hempasan air laut. Puluhan warga tampak berjaga di sekitar pelabuhan sambil memantau kondisi gelombang.

Mereka menggunakan bambu dan karung pasir untuk memperkuat tanggul darurat di area yang rawan tergerus air laut, “Kami tidak bisa tidur tenang. Ombak masih besar, jadi kami tetap berjaga-jaga,” kata warga lainnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Maluku Utara yang berlaku sejak 7 hingga 9 Oktober 2025. Dalam periode tersebut, sejumlah wilayah di Maluku Utara diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate, Delvi Makhrantika Madiiong, menjelaskan, potensi cuaca ekstrem ini disebabkan oleh adanya sirkulasi dan belokan angin di wilayah perairan Samudera Pasifik yang memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa daerah Maluku Utara.

“Secara umum kondisi cuaca wilayah Maluku Utara cerah berawan, namun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pada siang dan malam hari,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu, Kota Ternate, dan Kota Tidore Kepulauan.

Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir terhadap potensi gelombang tinggi mencapai dua meter atau lebih di perairan barat Halmahera, perairan Ternate–Batang Dua, perairan Loloda, perairan Morotai, serta Laut Halmahera.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca dan selalu memperbarui informasi terkini melalui kanal resmi BMKG.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di kawasan Pelabuhan Bastiong masih belum sepenuhnya pulih. Warga diminta tetap waspada dan menghindari aktivitas di dekat bibir pantai, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.(ard)