Pasar CBD Morotai Sepi, Pedagang Barito Menjerit: “Dagangannya Busuk, Tak Ada Pembeli”
RadarTimur.id, Morotai – Suasana di Pasar Central Bussiness District (CBD) Morotai kini tak seramai dulu. Deretan lapak dan ruko yang dulunya penuh dengan pedagang dan pembeli, kini tampak lengang.
Puluhan pedagang Barito (bawang, rica, tomat) mengeluh lantaran omzet mereka anjlok drastis bahkan sebagian memilih meninggalkan lapak karena tak sanggup menanggung rugi.

Hasil pantauan RadarTimur.id, pada Rabu (8/10/2025), sejumlah lapak di area Barito terlihat kosong dan berantakan. Dari 44 lapak yang tersedia, sebagian besar tidak lagi terisi. Bahkan, sekitar 30 ruko di barisan yang sama sudah menutup usaha mereka.
“Ibu jualan satu hari tidak ada pembeli sama sekali. Dagangan sampai busuk,” keluh Ibu Kausar, pedagang asal Desa Nakamura, dengan nada putus asa.
Dia mengaku, kondisi pasar yang makin sepi membuatnya kesulitan menutup biaya operasional, apalagi membayar cicilan koperasi.
“Mau pulang pergi saja butuh ongkos seratus ribu rupiah. Sudah tidak sanggup lagi,” ujarnya sambil menatap dagangan yang nyaris tak tersentuh.
Keluhan serupa datang dari Ibu Nuriyati, pedagang asal Desa Joubela. Ia menuding penyebab utama sepinya pembeli adalah banyaknya pedagang Barito yang kini berjualan di emperan jalan sekitar pusat kota Daruba.
“Pembeli lebih suka beli di pinggir jalan karena lebih dekat dan praktis. Kami minta Bupati dan Wakil Bupati menertibkan pedagang yang jualan di luar pasar,” tegasnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan perbedaan mencolok dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu area Barito selalu dipadati pembeli sejak pagi, kini hanya beberapa pedagang yang bertahan di depan lapak, sementara toko-toko pakaian di sekitar pasar pun nasibnya tak jauh berbeda pengunjung bisa dihitung dengan jari.
“Kalau dibiarkan terus begini, kami bisa gulung tikar,” kata seorang pedagang lainnya lirih.
Kini, Pasar CBD yang dibangun sebagai pusat ekonomi baru Morotai itu justru seolah menjadi kawasan mati. Para pedagang berharap pemerintah daerah turun tangan, menata ulang sistem perdagangan dan memastikan roda ekonomi kecil di pasar kembali berputar.(ksm)
