Kasus Perceraian di Kota Ternate Melonjak Tajam, Era Digital dan Orang Ketiga Jadi Pemicu Utama
RadarTimur.id, Ternate – Pengadilan Agama Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), mencatat lonjakan signifikan perkara perceraian dalam dua tahun terakhir.
Data terbaru menunjukkan, sejak 2024 hingga Oktober 2025, angka perceraian di Kota Ternate terus meningkat dan diprediksi menembus ribuan kasus hingga akhir tahun ini.
Panitera sekaligus Humas Pengadilan Agama Ternate, Irssan Alham Gafur, mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 terdapat 726 perkara perceraian yang masuk, dengan 704 perkara telah diputuskan. Sementara hingga Oktober 2025, jumlah perkara yang masuk sudah mencapai 717 kasus, dan 622 di antaranya telah diputuskan.
“Kasus perceraian setiap tahun terus meningkat. Kami di pengadilan sudah berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan, namun faktor pemicu perceraian memang beragam,” ujar Irssan kepada RadarTimur.id, Kamis (9/10/2025).
Dia menjelaskan, salah satu faktor dominan yang memicu perceraian adalah adanya orang ketiga serta pengaruh negatif dari perkembangan era digital. Menurutnya, hubungan di media sosial sering kali menjadi pemantik retaknya rumah tangga.
“Banyak faktor yang menyebabkan perceraian, misalnya orang ketiga, kondisi ekonomi, dan juga perkembangan era digital. Kadang hanya karena sapaan ‘sayang’ di media sosial bisa memicu pertengkaran,” ungkapnya.
Meski demikian, pihak Pengadilan Agama Ternate terus berupaya menekan angka perceraian melalui proses mediasi sebelum perkara diputus di persidangan.
Irssan menyebut, sebagian pasangan berhasil kembali rukun setelah menjalani tahap mediasi yang difasilitasi majelis hakim.
“Setiap perkara tidak otomatis dikabulkan. Hakim akan memeriksa bukti dan terlebih dahulu melakukan mediasi. Dalam beberapa kasus, mediasi berhasil menyatukan kembali pasangan suami istri,” tutupnya.
Lonjakan angka perceraian ini menjadi sorotan serius, mencerminkan tantangan sosial di tengah perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin terhubung secara digital, namun kian rentan secara emosional.(ard)
