radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Kamis, 19 Februari 2026

GP Ansor Kepulauan Sula Tegaskan Komitmen Tegak Lurus Instruksi PBNU

RadarTimur.id, Kepulauan Sula – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kepulauan Sula menyampaikan sikap resmi menyikapi dinamika yang tengah terjadi di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Melalui pernyataan yang disampaikan Ketua PC GP Ansor Kepulauan Sula, Abd Basir Panigfat, bahwa GP Ansor sebagai bagian integral dari keluarga besar Nahdlatul Ulama selalu menjaga disiplin organisasi serta patuh pada prinsip komando tunggal.

Menurutnya, selama ini GP Ansor telah konsisten menunjukkan loyalitas dan kesetiaan kepada PBNU dalam berbagai situasi, baik yang bersifat struktural maupun isu-isu strategis yang menyangkut kehormatan organisasi dan para ulama.

Kesetiaan tersebut, kata dia, bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian dari tradisi dan kultur berorganisasi di lingkungan NU.

Abd Basir juga menegaskan bahwa GP Ansor Kepulauan Sula tidak memiliki persoalan dengan pihak manapun dalam konteks dinamika yang terjadi. Oleh karena itu pihaknya akan selalu berdiri di garda terdepan dalam menjaga kehormatan ulama.

Baginya, menjaga kehormatan ulama adalah prinsip dasar yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh kader tanpa pengecualian, “Kehormatan ulama adalah harga mati bagi kami,” tegasnya.

Sikap ini, menurut Abd Basir, diperlukan untuk menjaga keutuhan organisasi, merawat persatuan umat, dan menghindari munculnya kelompok-kelompok yang berpotensi memecah belah tubuh NU

Dalam menghadapi situasi yang sensitif ini, GP Ansor Kepulauan Sula juga mengajak seluruh kader dan masyarakat Nahdliyin untuk menjaga adab dalam menyampaikan pendapat dan menyikapi perbedaan pandangan. Sebab perdebatan yang tidak menjunjung adab serta tidak membawa manfaat bagi umat harus dihindari.

Kata dia, persatuan, kedamaian, dan kewibawaan organisasi harus diprioritaskan di atas kepentingan kelompok maupun individu, “Adab adalah bagian dari akhlak Nahdlatul Ulama. Dalam kondisi seperti ini, kita harus lebih mengutamakan persatuan daripada memperbesar perbedaan,” katanya.

Selain itu, Abd Basir menekankan pentingnya disiplin berorganisasi. Sehingga secara organisatoris GP Ansor Kepulauan Sula tidak akan terlibat dalam kelompok atau gerakan apapun yang berpotensi memecah belah NU.

Maka dengan itu kata dia, setiap kader diminta untuk memegang teguh garis komando dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat merusak tatanan organisasi.

“Saya kembali menegaskan bahwa GP Ansor Kepulauan Sula berkomitmen untuk berdiri bersama PBNU, menjaga kehormatan ulama, merawat persatuan umat, dan mengedepankan adab serta loyalitas dalam setiap dinamika organisasi

Lebih lanjut dia mengatakan, sikap tegas ini diharapkan dapat memperkuat soliditas kader dan memberikan ketenangan bagi masyarakat Nahdliyin di Kepulauan Sula maupun di wilayah Maluku Utara secara umum.(red)