Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir Hebat di Loloda Utara, Warga Mengungsi ke Gunung
RadarTimur.id, Loloda Utara — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Loloda Utara sejak Selasa (kemarin) menyebabkan bencana longsor dan banjir hebat yang melanda sejumlah desa.
Beberapa desa dilaporkan mengalami dampak paling parah, termasuk Desa Doitia, Asimiro, Ngajam dan Worimoi.
Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sungai sekitar meluap kemudian menggenangi pemukiman warga sejak malam hingga pagi hari.
Di Desa Doitia, air bah mengalir deras masuk ke rumah-rumah warga. Kondisi ini terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Facebook Dona Tube, memperlihatkan derasnya aliran air yang menutup akses desa dan merendam kawasan pemukiman.
Salah satu warga dalam unggahan tersebut memohon perhatian pemerintah terhadap kondisi desa mereka yang tengah dilanda musibah. Warga menyebut, banjir sedahsyat ini baru pertama kali terjadi, berlangsung selama berjam-jam tanpa henti.
“Kami berhapat dapat diperhatikan dan peduli atas musibah yang menimpa drsa kita saat ini. Banjir cukup besar baru pertama terjadi dari malam hingga pagi hari,” timpal salah satu warga dalam unggahan tersebut, Rabu (7/1/2026).
Tak hanya merendam rumah, banjir juga memaksa warga yang bermukim di pesisir pantai untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman guna menghindari risiko gelombang dan luapan air yang semakin tinggi.
Sementara itu, Desa Worimoi dilaporkan turut terendam akibat meluapnya air sungai yang dipicu tingginya intensitas hujan. Warga setempat terpaksa mengungsi ke wilayah perbukitan dan gunung-gunung untuk menyelamatkan diri.

Di Desa Ngajam, longsor terjadi dan menimpa pemukiman. Warga yang terdampak telah dieavakuasi. Hingga kini total kerugian belum dapat ditaksir.
Dampak bencana ini semakin diperparah dengan terputus totalnya akses transportasi darat antar desa. Selain itu, pasokan listrik telah pun padam, membuat aktivitas warga lumpuh. Akses komunikasi hanya dapat dilakukan secara terbatas dengan menghidupkan genset dan menggunakan jaringan Starlink.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera turun tangan, baik untuk penanganan darurat, evakuasi lanjutan, maupun pemulihan akses dasar bagi masyarakat terdampak.(ard)
