radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Rabu, 18 Februari 2026

Bencana Dinilai Parah, Bupati Halut Tetapkan Status Tanggap Darurat

RadarTimur.id, Halut – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana menyusul kondisi bencana alam yang dinilai cukup parah di sejumlah wilayah.

Keputusan ini diambil langsung oleh Bupati Halut, Piet Hein Babua, setelah meninjau lokasi terdampak banjir dan menerima laporan kerusakan dari beberapa kecamatan.

Penetapan status tanggap darurat disampaikan Bupati Piet Hein Babua dalam konferensi pers yang berlangsung di Ruang Meeting Fredy Tjandua, Kantor Bupati Halut, Selasa (7/1/2026). Hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad, Sekretaris Daerah E.J. Papilaya, serta perwakilan Polres dan Kodim 1508/Tobelo.

Bupati menjelaskan, di wilayah Kao Barat, banjir merendam sejumlah desa, yakni Soamaetek, Pitago, Tuguis, Parseba, Bailengit, dan Toboulamo. Banjir terjadi akibat meluapnya sungai menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dalam waktu cukup lama.

Sementara itu, di Galela Utara, yang ditinjau langsung oleh Wakil Bupati bersama Ketua DPRD Halut Christina Lesnusa, bencana banjir dan tanah longsor melanda Desa Saluta, Tutumaloleo, Togasa, dan Pelita.

Kondisi diperparah dengan rusaknya dua jembatan penghubung antarwilayah, sehingga aktivitas dan mobilitas warga terhambat.

“Di Desa Pelita, bencana ini menyebabkan satu warga meninggal dunia. Atas musibah tersebut, Pemerintah Daerah Halmahera Utara menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban,” ungkap Bupati Piet.

Untuk wilayah Loloda Utara, Pemkab Halut hingga kini masih menghadapi kendala akses akibat jalan darat yang terputus oleh longsor dan luapan sungai. Upaya penyaluran bantuan melalui jalur laut pun belum memungkinkan, mengingat kondisi cuaca ekstrem.

Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, tinggi gelombang laut mencapai 5–6 meter, sehingga berisiko bagi keselamatan tim, “Kami tetap berkomitmen memberikan bantuan secepatnya. Koordinasi telah dilakukan dengan pemerintah provinsi dan pihak terkait lainnya. Kami juga terus memantau perkembangan cuaca, dan jika memungkinkan, kami akan segera menuju Loloda Utara melalui jalur laut,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Piet menyampaikan bahwa Pemda Halut saat ini tengah melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh lokasi terdampak bencana agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

Seiring ditetapkannya status Tanggap Darurat Bencana, Pemkab Halut juga telah membuka Posko Bantuan Terpadu yang berpusat di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna memudahkan koordinasi dan penanganan darurat secara terpusat.(kro)