radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Rabu, 18 Februari 2026

Bantuan Dikerahkan ke Lokasi Bencana, Loloda Utara

RadarTimur.id, Tobelo – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) menunjukkan respons cepat dalam menangani bencana alam yang melanda Kecamatan Loloda Utara.

Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemkab Halut secara resmi melepas personel gabungan sekaligus mengirimkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak. Pelepasan berlangsung di Pelabuhan Tobelo, Sabtu (10/1/2026).

Personel gabungan dari unsur TNI/Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim SAR, hingga tenaga kesehatan diberangkatkan menuju lokasi bencana.

Logistik yang dikrim untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat meliputi air mineral, makanan siap saji, tempat tidur, serta kebutuhan penting lainnya yang sangat dibutuhkan warga terdampak.

Sementara untuk menjamin layanan kesehatan tetap berjalan, tim medis yang terdiri dari tiga orang dokter diturunkan. Kehadiran tenaga kesehatan ini diharapkan mampu memberikan penanganan medis secara cepat dan berkelanjutan bagi warga.

Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, dalam menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat wilayah yang terisolir akibat bencana. Kecamatan Loloda Utara menjadi salah satu daerah dengan dampak paling parah, khususnya di Desa Doitia.

“Berdasarkan hasil penelusuran tim BPBD di lapangan, di Desa Doitia terdapat sekitar 213 Kepala Keluarga atau 875 jiwa yang sudah tidak dapat menempati rumah mereka karena tertimbun lumpur dan pasir. Kondisi ini tidak mungkin ditangani secara mandiri oleh masyarakat,” ungkap Bupati.

Menurutnya, pengerahan personel gabungan dan bantuan logistik merupakan langkah kemanusiaan yang harus dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan bertanggung jawab.

Fokus utama penugasan diarahkan pada pembersihan dan penanganan lingkungan permukiman warga agar masyarakat dapat segera kembali ke rumah masing-masing.

“Penanganan bencana di Loloda Utara ditargetkan berlangsung selama satu minggu sejak hari pelepasan. Namun demikian, apabila pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, personel akan segera ditarik kembali ke satuan masing-masing,” lanjut dia.(red)