radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Selasa, 17 Februari 2026

Bupati Piet Perpanjang Status Tanggap Darurat di Loloda Utara

RadarTimur.id, Halut – Berdasarkan hasil koordinasi lintas instansi serta pengamatan terhadap kondisi cuaca dan situasi lapangan, Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menegaskan bahwa status tanggap darurat bencana di Kecamatan Loloda Utara resmi diperpanjang.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Piet dalam konferensi pers yang digelar di Pusat Posko Bencana Kantor BPBD Halmahera Utara, Kamis (15/01/2026).

Dalam keterangannya, Bupati Piet menyampaikan perkembangan terkini penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Halmahera Utara. Berdasarkan hasil evaluasi, tercatat enam kecamatan terdampak, dengan Desa Doitia, Kecamatan Loloda Utara, menjadi fokus utama penanganan.

“Desa Doitia yang sebelumnya dapat diakses melalui jalur darat dan laut kini menjadi prioritas penanganan. Tim gabungan dari TNI/Polri, Tagana, PMI Halut, serta tenaga kesehatan telah diterjunkan ke lokasi,” ujar Bupati Piet.

Dia menjelaskan, hasil pemantauan tim di lapangan menunjukkan bahwa seluruh warga Desa Doitia telah mengungsi dan saat ini ditampung di 30 tenda darurat yang disiapkan oleh BPBD Halmahera Utara.

Lebih lanjut, Bupati Piet memaparkan bahwa tim gabungan terus berupaya menangani risiko banjir dan longsor, termasuk membersihkan endapan pasir dan lumpur setinggi 30 hingga 50 sentimeter di pemukiman warga. Namun demikian, cuaca ekstrem yang masih berlangsung menjadi tantangan utama dalam proses penanganan.

Pada kesempatan itu, Bupati Piet juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Halmahera Utara atas partisipasi dan bantuan yang telah diberikan kepada para korban bencana.

Sementara itu, untuk lima kecamatan lainnya, yakni Kao Barat, Galela, Galela Utara, Galela Barat, dan Galela Selatan, kondisi dinyatakan mulai membaik. Status tanggap darurat di wilayah tersebut dicabut dan diturunkan menjadi status siaga bencana.

“Kecamatan Loloda Utara tetap dalam status tanggap darurat. Kami juga telah berkoordinasi dengan Syahbandar Tobelo untuk membuka kembali akses transportasi reguler ke Loloda Utara melalui jalur laut,” tambahnya.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Halut E.J. Papilaya, Wakapolres Halut Kompol Saiful Egal, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf. Alex Donald M.L. Gaol, Ketua Pengadilan Negeri Tobelo Muhammad Sahrani, Ketua DPRD Halut Christina Lesnussa, Wakil Ketua I DPRD Inggrid Paparang, Wakil Ketua II DPRD Abdilla Bailusi, serta seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.(kro)