radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Selasa, 17 Februari 2026

Aliansi Revolusi Agromaritim Desak Benahi Transportasi Laut

RadarTimur.id, Halsel — Aliansi Revolusi Agromaritim yang terdiri dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Indari (IPMI), Gerakan Pemuda Pelajar Mahasiswa Loleo Jaya (GPPML), dan Gerakan Persatuan Mahasiswa Obi (GPMO) Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, menggelar pertemuan langsung dengan Wakil Bupati Halmahera Selatan pada Senin (19/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, aliansi menyampaikan sejumlah persoalan mendasar yang hingga kini dinilai belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah, khususnya terkait akses layanan transportasi laut di Pelabuhan Obi, Pelabuhan Loleo Jaya, dan Pelabuhan Indari yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.

Ketua Umum GPMO Maluku Utara, Rahman Udin, menegaskan bahwa aliansi tidak akan mentolerir pola penanganan yang lamban dan tidak terukur. Menurutnya, persoalan transportasi laut merupakan kebutuhan dasar masyarakat kepulauan dan menyangkut langsung kepentingan publik di Halmahera Selatan.

“Kami menuntut penanganan yang cepat dan nyata. Pemerintah daerah harus berani menetapkan target waktu yang jelas serta membuka prosesnya secara transparan kepada publik. Jika penanganan kembali berlarut-larut, maka ini adalah bentuk kegagalan dalam menjalankan mandat rakyat,” tegas Rahman, Rabu (21/1/2026).

Dia juga menambahkan bahwa Aliansi Revolusi Agromaritim akan terus melakukan pengawalan serius dan siap mengambil langkah-langkah tegas apabila tidak ada perkembangan signifikan dalam waktu dekat.

Lanjut dia, hak masyarakat atas akses transportasi laut tidak boleh terus diabaikan, “Akses transportasi laut adalah hak dasar rakyat. Jika pemerintah masih bekerja dengan ritme lambat, maka kami akan meningkatkan tekanan demi memastikan hak tersebut benar-benar dipenuhi. Padahal, tanpa adanya tekanan sekalipun, seharusnya pemerintah daerah sudah menyelesaikan persoalan ini,” tambahnya.

Sebagai bentuk pernyataan sikap, Aliansi Revolusi Agromaritim mendesak Pemerintah Daerah Halmahera Selatan untuk segera melakukan penanganan cepat dan nyata terhadap permasalahan transportasi laut di Pelabuhan Obi, Pelabuhan Loleo Jaya, dan Pelabuhan Indari.

Aliansi juga menolak segala bentuk penanganan yang lamban, menuntut penetapan target waktu yang jelas dan transparan kepada publik, serta menegaskan komitmen untuk terus mengawal dan melakukan langkah lanjutan apabila tuntutan tersebut tidak direalisasikan.(ard)