DPRD Morotai Temukan SPBN Morut Terbengkalai
RadarTimur.id, Morotai – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Morotai menemukan kondisi memprihatinkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Desa Tanjung Saleh, Kecamatan Morotai Utara
Fasilitas vital bagi nelayan tersebut diketahui telah terbengkalai hampir satu dasawarsa dan kini berubah fungsi menjadi tempat bermain puluhan ekor kambing, Rabu (28/1/2026).
Temuan ini terungkap saat DPRD Morotai melakukan kunjungan kerja dan monitoring lapangan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Morotai, Muhamad Rizky, bersama Ketua Komisi II Suhari Lohor, Ketua Komisi III Sukri Bs. Hi Rauf, Sekretaris Komisi III Darmin Wairo, serta sejumlah anggota DPRD lainnya, yakni Naswin Rowo, Muhammad Johor Boleu, Sherly Djaena, dan Wiwin Kapisi, didampingi staf Sekretariat Dewan.
Ketua Komisi II DPRD Morotai yang membidangi Kelautan dan Perikanan, Suhari Lohor, menyayangkan kondisi SPBN yang tidak lagi difungsikan. Menurutnya, keberadaan SPBN sangat vital bagi nelayan, terlebih kuota BBM subsidi untuk nelayan di Morotai masih berjalan dengan jumlah mencapai 90 ton.
“SPBN ini seharusnya beroperasi melayani kebutuhan nelayan, bukan justru terbengkalai hingga menjadi kandang kambing. Ini sangat memprihatinkan,” tegas Suhari.
Dalam kunjungan tersebut, DPRD sempat berupaya menemui pemilik SPBN atas nama Akmal, namun yang bersangkutan tidak berada di lokasi. DPRD pun memastikan akan segera memanggil pemilik SPBN untuk dimintai keterangan.
“Kami akan segera memanggil pemilik SPBN untuk menjelaskan alasan fasilitas ini tidak lagi difungsikan. Padahal kuota BBM subsidi masih tersedia,” ujarnya.
Suhari juga menekankan bahwa kondisi nelayan saat ini cukup berat akibat turunnya harga ikan. Karena itu, dia meminta agar tidak ada pihak yang mempersulit nelayan dalam memperoleh BBM subsidi.
“Turunnya harga ikan sudah membuat nelayan menjerit. Jangan lagi dipersulit dengan persoalan BBM. Ketersediaan BBM ini kebutuhan primer yang wajib segera diselesaikan,” tegasnya.(ksm)
