radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Selasa, 17 Februari 2026

Tekan Inflasi Pangan, DPRD Morotai Dukung Penguatan Hortikultura Desa

RadarTimur.id, Morotai — Pasangan suami istri (pasutri) petani hortikultura di Kabupaten Pulau Morotai, Sofyan Tomagola dan Susi Anisa, terus menunjukkan konsistensi dalam mendorong ketahanan pangan daerah melalui sektor pertanian.

Selama enam tahun terakhir, pasutri ini secara rutin mengembangkan tanaman tomat dan cabai dengan jumlah puluhan ribu pohon. Upaya tersebut tidak hanya menopang perekonomian keluarga, tetapi juga berkontribusi memenuhi kebutuhan pasar lokal di Pulau Morotai.

Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui kegiatan penanaman 10.000 anakan cabai keriting jenis Laba yang dipusatkan di Desa Pilowo, Kecamatan Morotai Selatan, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara petani, DPRD, dan Pemerintah Daerah Pulau Morotai dalam memperkuat sektor hortikultura sekaligus menekan inflasi pangan.

Penanaman cabai dilakukan di lahan seluas 3 hektare, sementara 2 hektare lainnya dipersiapkan untuk penanaman jagung oleh petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Hortikultura “Hino Pomadoro”. Kelompok tani tersebut merupakan desa binaan penyuluh kementerian serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai.

Ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Muhamad Rizki, menegaskan bahwa DPRD memberikan perhatian serius terhadap pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas strategis seperti cabai yang kerap menjadi pemicu inflasi daerah.

“Penguatan produksi cabai lokal harus menjadi prioritas. DPRD mendorong agar program pertanian benar-benar menyentuh petani dan berdampak langsung pada stabilitas harga di pasar,” tegas Muhamad Rizki di sela kegiatan.

Dia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan program pertanian agar berjalan efektif, berkelanjutan, dan tidak sekadar bersifat seremonial.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Djailani Rahawarin, menyampaikan bahwa pengembangan cabai keriting jenis Laba merupakan bagian dari strategi daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Produksi hortikultura, khususnya cabai, harus diperkuat dari desa. Ini sejalan dengan kebijakan pengendalian inflasi dan ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Menurut Djailani, Desa Pilowo dipilih karena kesiapan kelompok tani, ketersediaan lahan, serta adanya pendampingan intensif dari penyuluh kementerian dan dinas terkait.

Ketua Kelompok Tani Hortikultura Desa Pilowo, Sofyan Tomagola, yang didampingi istrinya Susi Anisa, menyatakan kesiapan kelompoknya untuk menyukseskan program tersebut dengan target produksi yang mampu menopang kebutuhan pasar lokal.

Kegiatan penanaman tersebut turut dihadiri Camat Morotai Selatan Sri Wahyuni, Wakapolsek Morotai Selatan Iptu Tjance Norman, perwakilan Koramil Morotai Selatan Sertu Apriyanto Bayau Husen, Babinsa Koramil 1514/01 Daruba Kopda Kamarudin Umagapi, serta Babinsa Kodim 1514 dan Bhabinkamtibmas.(ksm)