radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Minggu, 12 Juli 2026

AS Gelar Pencarian Korban Perang Dunia II di Morotai

RadarTimur.id, Morotai – Tim dari Defence POW/MIA Accounting Agency (DPAA) Amerika Serikat, yang didampingi perwakilan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia pada Rabu (16/04), datang ke Kabupaten Pulau Morotai dalam rangka misi kemanusiaan pencarian korban Perang Dunia II tahun 1942–1943.

Kolonel Ikhwan, perwakilan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, menjelaskan, kedatangan tim DPAA merupakan bagian dari misi kemanusiaan, bukan misi militer.

“Kami di sini didampingi oleh Pak Taylor, tentara Marinir dari Kedutaan Besar Amerika di Jakarta, serta Pak Black dari Kementerian DPAA Amerika. Misi ini bertujuan untuk mencari prajurit Amerika yang gugur di Morotai, dan kami akan berada di sini selama tiga minggu,” jelas Kolonel Ikhwan kepada RadarTimur.id.

Menurut Kolonel Ikhwan, terdapat sekitar 40 titik yang direncanakan untuk ditelusuri, namun lokasi-lokasi tersebut masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pemkab Pulau Morotai.

“Kami sangat membutuhkan informasi dari masyarakat setempat yang mungkin memiliki pengetahuan turun-temurun terkait sejarah tersebut. Ini penting untuk memastikan akurasi data dan lokasi,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa proses pencarian tidak akan merusak bangunan atau struktur apapun yang sudah ada, “Kalaupun ditemukan benda-benda seperti helm atau dompet, tentu akan ditindaklanjuti dengan pendekatan yang logis dan sesuai norma kesejarahan. Tidak akan ada bangunan yang dirubuhkan atau dipindahkan,” tegas Kolonel Ikhwan.

Sementara itu, Bupati Pulau Morotai, Rusli, menyatakan bahwa Pemda siap mendukung penuh misi ini, “Kami siap membantu demi kelancaran kegiatan pencarian korban perang ini, sebagai bentuk empati kepada keluarga korban yang ada di Amerika Serikat,” ujarnya.

Bupati Rusli juga mengumumkan bahwa dalam waktu dekat Pemkab Pulau Morotai akan mengadakan workshop pencarian bukti-bukti sejarah di wilayah Morotai.

“Kami harap teman-teman media juga ikut dalam workshop ini karena keterlibatan media sangat penting untuk mendokumentasikan dan menyebarkan nilai-nilai sejarah kepada masyarakat,” tutup Rusli.(ksm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini