FPIK Unipas Morotai Gandeng PT MMC dan DKP Tanam 1000 Pohon Mangrove
RadarTimur.id, Morotai – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pasifik (Unipas) Morotai bersama PT Morotai Marine Culture (MMC) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Morotai menggelar kegiatan penanaman 1000 pohon mangrove di Pulau Ngele-Ngele Besar, Minggu (27/4/2025).
Dekan FPIK Unipas, Iswandi Wahab, saat ditemui Reporter RadarTimur.id menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi lingkungan pesisir yang diinisiasi oleh PT MMC dan FPIK Unipas. Pada kegiatan ity FPIK Unipas, berperan sebagai tenaga teknis dan pendamping lapangan.
“Kami berkolaborasi untuk mendorong kesadaran bersama akan pentingnya pelestarian lingkungan pesisir. Kehadiran berbagai elemen masyarakat juga menjadi kekuatan besar dalam kegiatan ini,” ujar Iswandi.
Turut berpartisipasi dalam aksi ini antara lain Camat Morotai Selatan Barat, Koramil Wayabula, Kepala Desa Ngele-Ngele, para guru dan siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di Ngele-Ngele.
General Manager PT MMC, Apolinaris Kassiuw, dalam sambutannya mengatakan bahwa penanaman mangrove ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada jajaran PT MMC, tentang pentingnya fungsi ekosistem mangrove.
“Ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam upaya mencegah abrasi serta menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” jelas Apolinaris.
Sementara itu, Kepala DKP Morotai, John F. Tiala, memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, penanaman mangrove sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
“Kegiatan ini membawa dampak positif bagi lingkungan. Tema ‘Satu Mangrove untuk Satu Kehidupan yang Berkelanjutan’ sangat relevan dengan kondisi saat ini,” kata John.
Sebelum aksi penanaman, para peserta dibekali dengan materi sosialisasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove yang disampaikan oleh Dekan FPIK Unipas, Iswandi Wahab.
Setelah itu, dilakukan penanaman sebanyak 750 bibit mangrove di sekitar pesisir Pulau Ngele-Ngele Besar, menggunakan metode rumpun berjarak dengan pola tanam 1 x 1 meter dan lubang tanam berukuran 70 x 70 cm.
“Kami berharap langkah sederhana ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Semoga dapat memberikan manfaat nyata bagi perlindungan wilayah pesisir sekitar,” tutup Iswandi.(ksm)


Tinggalkan Balasan