Puluhan Mahasiswa Maba Timur Gelar Aksi di Polda Malut, Tuntut Pembebasan 17 Warga
RadarTimur.id, Ternate — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa Maba Timur, Kecamatan Kota Maba, Halmahera Timur, menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara, Senin (19/5). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas penangkapan 17 warga mereka yang kini ditahan pihak kepolisian.
Kuasa Hukum dari warga, Suarez Yanto Yunus, menyebut penangkapan tersebut sebagai tindakan yang janggal dan perlu dipertanyakan.
AkIa menduga, tindakan aparat Polda Maluku Utara mencerminkan ketidaksesuaian prosedur dan mengindikasikan adanya tindakan yang tidak profesional.
“Penangkapan ini perlu dipertanyakan. Saya menduga ada tindakan yang tidak profesional dari teman-teman di Polda Maluku Utara,” tegas Suaraz.
Ia juga meminta agar kepolisian mengedepankan pendekatan restoratif justice dalam menyelesaikan masalah ini.
Lebih lanjut, Suarez menjelaskan bahwa 17 warga yang ditangkap sebelumnya hanya menyampaikan aspirasi terkait sengketa lahan dengan PT Position.
Menurutnya, warga mendatangi perusahaan untuk memperjuangkan hak atas tanah mereka yang diduga diterobos tanpa izin, bukan untuk melakukan tindak pidana.
“Bagaimana mungkin mereka hanya menyampaikan aspirasi lalu ditangkap? Ini adalah bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi,” ujarnya.
Aksi tersebut berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Mahasiswa berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan bagi warga mereka ditegakkan.(ard)


Tinggalkan Balasan