radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Sabtu, 11 Juli 2026

Dukung Nelayan Kecil, Pemkab dan SKPT Morotai Gaet 2 Investor

RadarTimur.id, Morotai — Upaya memperkuat sektor perikanan di Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, mendapat angin segar. Pengelola Pelabuhan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Daeo Majiko bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai sepakat mendorong pengembangan usaha perikanan yang berpihak pada nelayan kecil.

Komitmen itu ditegaskan dalam pertemuan antara Penanggung Jawab Pelabuhan SKPT, Mahli Aweng, dan Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, Sabtu (31/5/2025). Dalam pertemuan tersebut, 2 investor dari Jakarta dan Surabaya turut hadir dan menyatakan kesiapan untuk menanamkan modal di sektor perikanan Morotai.

Yang menarik, ke-2 investor siap menerapkan sistem pembelian langsung di pelabuhan saat ikan didaratkan. Langkah ini diyakini akan memangkas rantai distribusi dan memberi harga yang lebih adil kepada nelayan, sesuai kualitas hasil tangkapan.

Bahkan, kedua investor tersebut menyatakan kesiapannya dalam menerapkan sistem pembelian langsung dari nelayan saat pendaratan ikan dan memberikan harga yang lebih adil sesuai kualitas tangkapan.

“Dengan sistem ini, nelayan akan mendapatkan harga yang lebih baik tanpa melalui banyak perantara,” ujar Mahli, Senin (2/6/2025), seraya menghimbau kepada para nelayan, khususnya dari desa-desa penyangga SKPT Morotai seperti Daeo, Mandiri, Sangowo, Sabatai, Wawama, dan Sambiki, untuk mendukung sistem ini.

Selain itu, Pemkab Morotai bersama pengelola pelabuhan dan pelaku usaha juga tengah berupaya menghadirkan kapal pengangkut jenis Tanto yang akan melayani rute Tobelo–Morotai–Surabaya. Keberadaan kapal ini diharapkan dapat menambah ketersediaan kontainer pendingin (reefer container), sehingga distribusi ikan dari Morotai ke pasar utama dapat berjalan lebih lancar.

“Dengan jalur logistik yang lancar, hasil tangkapan nelayan tidak akan menumpuk di sentra-sentra perikanan. Ini akan mempercepat pemasaran dan menghindari pembusukan,” tambah Mahli

Tak hanya itu, Pemkab Morotai bersama pelaku usaha tengah mengupayakan kehadiran kapal pengangkut jenis Tanto untuk melayani rute Tobelo–Morotai–Surabaya. Kapal ini akan membawa kontainer pendingin (reefer container) guna memperlancar distribusi ikan ke pasar utama di luar daerah.

“Dengan jalur logistik yang lancar, hasil tangkapan nelayan tidak akan menumpuk dan pembusukan bisa dicegah. Ini sangat penting untuk mendukung kesejahteraan nelayan,” lanjutnya.

Mahli menambahkan, pertemuan tersebut juga menjadi ajang evaluasi terhadap berbagai persoalan yang selama ini menghambat pertumbuhan sektor perikanan di Morotai, salah satunya soal minimnya aktivitas pembeli di Pelabuhan Daeo Majiko.(ksm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini