Minim Lapangan Pekerjaan, 605 Warga Morotai Pilih Merantau
RadarTimur.id, Morotai – Minimnya lapangan pekerjaan di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut), mendorong ratusan warganya memilih keluar daerah untuk mencari penghidupan yang lebih baik.
Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pulau Morotai mencatat, sebanyak 605 orang meninggalkan Morotai sejak 1 Januari hingga Selasa, 10 Juni 2025 untuk bekerja di luar daerah.
Kepala Disnakertrans Pulau Morotai, Rosita A. Lasidji, saat ditemui RadarTimur.id, mengungkapkan bahwa gelombang perpindahan penduduk ini berpotensi terus meningkat hingga akhir tahun jika persoalan minimnya lapangan pekerjaan tak segera diatasi.
“Sejak Januari hingga Juni ini, data kami mencatat sebanyak 605 warga keluar Morotai untuk mencari pekerjaan di luar daerah,” ujarnya.
Berikut rincian jumlah warga yang keluar berdasarkan bulan:
Januari: 143 orang (124 laki-laki, 19 perempuan)
Februari: 112 orang (85 laki-laki, 27 perempuan)
Maret: 48 orang (39 laki-laki, 9 perempuan)
April: 160 orang (127 laki-laki, 33 perempuan)
Mei: 128 orang (102 laki-laki, 26 perempuan)
Juni (1–10 Juni): 14 orang
Rosita menjelaskan bahwa sebagian besar warga yang merantau bekerja di sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di Pulau Halmahera. Tujuan terbanyak yakni ke Halmahera Tengah untuk bekerja di PT IWIP, disusul Halmahera Utara di PT Niko, serta Halmahera Selatan di PT Harita Group.
“Para pencari kerja dari Morotai ini kebanyakan mengisi posisi sebagai tenaga kerja kasar dan operator lapangan di sektor pertambangan dan industri,” tambahnya.
Ia berharap ke depan pemerintah daerah bisa menciptakan lebih banyak peluang kerja di Morotai agar masyarakat tidak perlu meninggalkan kampung halamannya demi mendapatkan pekerjaan.(ksm)


Tinggalkan Balasan