3.150 Titik Lampu Pintar Akan Terangi Kota Ternate
RadarTimur.id, Ternate – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), merencanakan pemasangan 3.150 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di berbagai wilayah dalam kota hingga ke tiga kecamatan pulau terluar (Moti, Batang Dua dan Hiri).
Proyek ini merupakan bagian dari program “Ternate Terang” yang dicanangkan sejak 2023, dan kini memasuki tahap serius melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan PT Adhikari Magna Nusantara (Adhinata).
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menyampaikan bahwa proyek ini ditaksir menelan investasi hingga Rp75 miliar. Namun, kerja sama tersebut belum bersifat final dan masih dalam proses koordinasi lintas lembaga.
“Kerja sama ini masih dalam tahap proses. Diperlukan rekomendasi dari Gubernur Maluku Utara agar bisa diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Mendagri). Nanti akan dibantu oleh Pokja KPBU yang melibatkan LKPP, Kemenkeu, dan Kemendagri untuk mempercepat proses,” kata Tauhid.
Lanjutnya, total akan ada 3.150 titik PJU yang dipasang di tahap pertama, mencakup wilayah perkotaan dan tiga kecamatan di pulau terluar. Sementara dalam perjanjian kerja sama yang dirancang, pihak ketiga tidak bisa mengklaim pembayaran Availability Payment (AP) jika belum menyelesaikan seluruh pekerjaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate, Mochtar Hasyim, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema teknis dan uji lampu pintar (smart PJU) dari perusahaan Panasonic.
“Target kami, tahun depan program ‘Ternate Terang’ sudah bisa berjalan. PJU akan menggunakan sistem smart lighting yang bisa dikontrol, diatur intensitas cahayanya, dan dikoneksikan ke pusat kontrol Dishub,” jelas Mochtar.
Ia juga menjelaskan sistem operasional smart PJU akan menyesuaikan kebutuhan masyarakat yakni dari pukul 18.00 hingga 00.00 WIT, dengan pencahayaan maksimal, lalu diredupkan hingga pukul 04.00 WIT guna efisiensi energi. Pengontrolan akan dilakukan melalui aplikasi Dishub agar tagihan bulanan lebih hemat.
“Zona pemasangan akan mencakup kawasan ekonomi, pemukiman baru, serta titik strategis di tiga pulau terluar. Dishub dan PLN juga tengah menyusun skema meterisasi untuk pengukuran pemakaian tiap titik,” jelasnya.
Direktur Utama PT Adhinata, Muhammad Saifullah, menyebutkan bahwa pihaknya telah menawarkan kerja sama ini sejak 2023 dan telah menyiapkan sejumlah dokumen pendukung mulai dari studi kelayakan (feasibility study), desain rinci (DED), hingga draf perjanjian kerja sama.
“Lampu smart yang kami sediakan bisa dikontrol lewat ponsel dan dirancang mendukung program smart city. Umur pakai bisa sampai 100 ribu jam, atau sekitar 10 sampai 15 tahun,” jelasnya.
Selain pemasangan 3.000 unit smart PJU, proyek ini juga mencakup pengadaan 1 unit mobil derek (mobile crane), pemasangan CCTV di 8 titik persimpangan, 1 ruang kontrol, dan 50 unit PJU non-smart untuk pulau terluar.
Agar proyek bisa direalisasikan, Saifullah menekankan pentingnya rekomendasi fiskal dari Mendagri. Surat tersebut hanya bisa diproses jika sudah ada surat pengantar dari gubernur.
“Jika seluruh proses berjalan lancar, tahap awal proyek akan dimulai dengan pemasangan 150 unit PJU dalam waktu dekat. Proyek ini diharapkan tidak hanya membuat Ternate lebih terang, tapi juga menjadi langkah awal mewujudkan Ternate sebagai kota cerdas (smart city),” ujarnya.(*)


Tinggalkan Balasan