radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Sabtu, 11 Juli 2026

IMIP Jadi Contoh Hilirisasi Sukses, Bagaimana Maluku Utara?

RadarTimur.id – Kawasan industri nikel PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah, terus menjadi sorotan nasional sebagai contoh nyata suksesnya hilirisasi mineral di Indonesia. Kawasan ini tidak hanya mengolah nikel mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, seperti Nickel Pig Iron (NPI), stainless steel, carbon steel, hingga bahan baku baterai kendaraan listrik (EV).

Direktur Komunikasi IMIP, Emilia Bassar, mengungkapkan kawasan industri ini mampu memproduksi 3,9 juta metrik ton NPI setiap tahun. Selain itu, produksi stainless steel dan carbon steel masing-masing mencapai 6 juta ton per tahun.

“Kemudian 10% untuk bahan baku EV, salah satunya Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebanyak 270 ribu metrik ton dan nickel matte 40 ribu metrik ton,” ujar Emilia dalam acara Mining Zone Special Dialogue CNBC Indonesia, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, IMIP menjadi bukti nyata bahwa hilirisasi mineral mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan nilai tambah yang signifikan.

“Bahan mentah yang semula diekspor, kini menghasilkan satu produk dengan berbagai turunan bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Kawasan industri yang dibangun pada 2013 dan mulai beroperasi pada 2015 ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak 2019. IMIP memiliki industri pendukung, mulai dari coal power plant, pabrik mangan, silikon, chrome, kapur, kokas, dan lainnya. Termasuk struktur industri terintegrasi dengan fasilitas penunjang seperti pelabuhan dan bandara.

Bagaimana dengan Maluku Utara?

Maluku Utara yang juga dikenal sebagai salah satu provinsi kaya sumber daya nikel, perlahan mulai mengikuti jejak Morowali. Sejumlah kawasan industri mulai tumbuh, seperti Kawasan Industri Teluk Weda (IWIP) di Halmahera Tengah yang kini menjadi pusat pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel.

IWIP bahkan telah memproduksi MHP dan nickel matte sebagai bahan baku baterai EV, menyusul langkah IMIP. Beberapa perusahaan besar Tiongkok, termasuk Tsingshan dan Huayou, telah berinvestasi di sana.

Pemerintah pusat pun mendorong percepatan pembangunan kawasan industri di wilayah ini sebagai bagian dari strategi hilirisasi nasional. Dengan dukungan regulasi, investasi, dan pengawasan ketat, Malut bisa menjadi pusat industri berbasis nikel masa depan, menyamai bahkan melampaui Morowali.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Bettye

    This post provides clear idea in favor of the new visitors of blogging,
    that really how to do running a blog.

    My site fintechbase