radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Jumat, 10 Juli 2026

Ini 7 Perbedaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Biasa

RadarTimur.id — Pemerintah mulai melaksanakan program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2025/2026 yang dimulai Senin, 14 Juli 2025. Program ini digagas sebagai solusi pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Sebelumnya, uji coba program telah dilakukan selama dua hari pada 9-10 Juli 2025 di wilayah Jakarta dan Bekasi, dengan melibatkan sejumlah calon siswa.

Sekolah Rakyat digadang-gadang menjadi terobosan dalam dunia pendidikan nasional, dengan pendekatan inklusif dan sistem yang lebih fleksibel dibanding sekolah pada umumnya.

Apa Itu Sekolah Rakyat?

Sekolah Rakyat merupakan lembaga pendidikan formal yang dikhususkan untuk anak-anak dari keluarga miskin, termasuk anak jalanan dan mereka yang tidak terdaftar dalam sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Program ini berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial, dengan pengelolaan guru oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendidikan.

Perbedaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Biasa

Terdapat sejumlah perbedaan mendasar antara Sekolah Rakyat dan sekolah biasa, antara lain:

1. Kurikulum dan Sistem Belajar

Sekolah Rakyat tetap menggunakan Kurikulum Nasional, namun dengan pendekatan personal dan fleksibel. Sistem multi-entry dan multi-exit memungkinkan siswa untuk masuk dan menyelesaikan pendidikan berdasarkan capaian belajar masing-masing. Berbeda dengan sekolah biasa yang mengikuti kalender akademik nasional secara kolektif.

2. Biaya Pendidikan

Pendidikan di Sekolah Rakyat 100 persen gratis, mencakup asrama, makan, seragam, dan kebutuhan dasar lainnya. Semua biaya ditanggung oleh negara. Sebaliknya, sekolah biasa seringkali masih memungut berbagai biaya tambahan meskipun bersubsidi.

3. Sasaran Peserta Didik

Program ini menyasar siswa dari Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Anak-anak dari kelompok paling miskin menjadi prioritas utama.

4. Fasilitas Pendidikan

Sekolah Rakyat dilengkapi dengan fasilitas berasrama, laboratorium, fasilitas olahraga, dan ruang kegiatan siswa. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman dan terintegrasi.

5. Visi dan Tujuan

Sekolah Rakyat dirancang untuk mencetak agen perubahan dari kalangan miskin yang mampu memutus rantai kemiskinan. Fokus utama bukan hanya akademik, tetapi juga pada nilai-nilai kepemimpinan, ketangguhan, dan pemberdayaan.

6. Seleksi Siswa dan Guru

Proses seleksi dilakukan ketat, termasuk verifikasi ekonomi, tes akademik, psikotes, pemeriksaan kesehatan, hingga tes IQ. Guru yang mengajar pun harus melalui proses seleksi oleh BKN dan Kemendikdasmen, berbeda dengan guru di sekolah biasa yang rekrutmennya bergantung pada kebijakan sekolah atau dinas pendidikan.

7. Pendanaan dan Pengelolaan

Pendanaan Sekolah Rakyat murni berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pengelolaan dilakukan secara terpusat melalui Kementerian Sosial, bukan oleh dinas pendidikan daerah atau yayasan seperti pada sekolah biasa.

Berapa Gaji Guru Sekolah Rakyat?

Pemerintah belum secara rinci mengumumkan besaran gaji guru Sekolah Rakyat, namun disebutkan bahwa guru akan digaji penuh oleh negara dan akan mendapatkan tunjangan khusus sebagai bagian dari program afirmatif. Hal ini diharapkan menarik para pendidik berkualitas untuk bergabung dan mengabdi di lingkungan yang menantang namun berdampak besar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini