Asrul Harap Tim DOB Kao Raya Tetap Jaga Amanah
RadarTimur.id, Halmahera Utara — Perjuangan panjang masyarakat Kao dan Malifut untuk memekarkan wilayahnya menjadi daerah otonomi baru kembali mendapat sorotan dari tokoh masyarakat Kao Teluk, Asrul Hi Suaibun.
Dalam pernyataannya, Asrul menegaskan pentingnya menjaga semangat perjuangan dan mendorong tim yang telah dibentuk agar lebih maksimal dalam memperjuangkan aspirasi rakyat di pemerintah pusat.
Asrul Hi Suaibun juga menilai bahwa pemekaran bukan sekadar upaya politik atau administratif, tetapi merupakan kebutuhan nyata masyarakat akan pemerataan pembangunan, keadilan pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan.
Sehingga bagi dia, tim yang telah dibentuk dan kini tengah bekerja untuk membawa aspirasi ke DPR RI dan kementerian terkait harus benar-benar menjaga amanah rakyat.
Menurutnya, masyarakat telah menitipkan harapan besar kepada tim tersebut untuk tidak hanya bergerak di atas kertas, tetapi benar-benar turun melakukan lobi, komunikasi politik, serta menyusun strategi advokasi yang tepat sasaran.
“Kami butuh ada komunikasi aktif dengan DPR RI, Kemendagri, dan kementerian teknis lainnya. Masyarakat Kao-Malifut sudah sangat berharap tim DOB bekerja dengan baik,” tegasnya.
Di sisi lain, Asrul juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim yang selama ini telah bekerja, menyatukan berbagai elemen masyarakat, membangun koordinasi dengan tokoh-tokoh daerah, dan terus menyuarakan aspirasi pemekaran secara konsisten.
“Saya secara pribadi dan sebagai bagian dari masyarakat Kao Teluk memberikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim perjuangan yang telah bekerja. Ini perjuangan yang tidak ringan. Perlu keberanian dan keseriusan komitmen dalam memperjuangkan apa yang manjadi harapan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Asrul, semangat kolektif dan soliditas tim perjuangan adalah modal utama dalam menghadapi dinamika politik dan administratif di tingkat pusat.
Asrul juga berharap adanya dukungan politik dari para wakil rakyat asal Maluku Utara di Senayan untuk turut mengawal proses ini. Sebab sinergi antara tim lokal, pemerintah daerah, dan anggota DPR RI dari dapil Malut sangat penting untuk membuka pintu komunikasi yang lebih luas di level nasional.
“Jangan biarkan tim kita berjalan sendiri. Perlu ada keterlibatan semua pihak, mulai dari bupati, DPRD, hingga tokoh agama dan pemuda. Ini bukan hanya proyek administratif, ini gerakan rakyat,” pungkasnya.(*)


Tinggalkan Balasan