radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Jumat, 10 Juli 2026

Pemprov Malut Fokus Kembangkan Infrastruktur Telekomunikasi, 137 Titik Masih Belum Ada Sinyal

RadarTimur.id, Ternate – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur wilayah berbasis kepulauan, terutama di sektor telekomunikasi.

Fokus ini disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Provinsi Maluku Utara 2025–2029 di Kota Ternate, Jumat (25/7/2025).

Menurut Sherly, hingga saat ini jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah Maluku Utara masih sangat terbatas. Dari total 412 titik Pusat Telekomunikasi Sinyal (PTS) yang tersebar di seluruh provinsi, terdapat 137 titik yang masih tergolong blank spot atau belum memiliki akses sinyal sama sekali. Sementara itu, 275 titik lainnya sudah terkoneksi namun hanya dengan kecepatan internet sebesar 2 Mbps.

“Ini tentunya masih sangat kurang. Untuk mendukung transformasi digital, kita menargetkan kecepatan sinyal naik menjadi 8 Mbps,” ujar Sherly dalam sambutannya.

Gubernur Sherly menjelaskan bahwa pihaknya telah mengontrak penyedia layanan sejak Januari 2025 untuk meningkatkan kapasitas jaringan pada 275 titik tersebut.

Selain itu, Pemerintah Provinsi juga telah menyampaikan kebutuhan anggaran kepada kementerian terkait karena proyek tersebut sempat mengalami kendala pencairan dari Kementerian Keuangan.

“Kami sudah berkomunikasi langsung dengan Menteri Komunikasi dan Informatika. MoU juga sudah ditandatangani dengan Telkomsel, dan informasi terakhir yang kami terima, pengajuan anggaran itu telah disetujui oleh Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Sherly menyebutkan, apabila tidak ada kendala, maka proses peningkatan jaringan di 275 titik tersebut akan dimulai pada Agustus 2025.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa Pemprov Malut akan mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2026 untuk menyelesaikan seluruh wilayah blank spot yang tersisa.

“Doakan agar semuanya berjalan lancar, agar seluruh wilayah di Maluku Utara tidak lagi mengalami kesenjangan akses internet,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini