radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Jumat, 10 Juli 2026

Ada Peningkatan Aktivitas Gunung Dukono, Warga Kembali Diminta Waspada

RadarTimur.id, Halmahera Utara — Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, menunjukkan peningkatan signifikan.

Berdasarkan Laporan Khusus Nomor: 063/GL.03/BGL/2025 yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung yang terletak di wilayah Kecamatan Galela dan Tobelo itu masih berada pada Status Level II (Waspada) dan mengalami erupsi magmatik eksplosif intensif sejak awal tahun 2025.

Pada Minggu, 27 Juli 2025, Gunung Dukono kembali meletus dengan kolom erupsi mencapai ketinggian antara 1.000 hingga 3.500 meter di atas puncak. Kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal, menyebar ke arah barat daya, utara, barat laut, hingga timur laut. Kota Tobelo dan sejumlah permukiman warga berada dalam jalur sebaran abu, sehingga berisiko terdampak hujan abu vulkanik.

Frekuensi letusan harian Gunung Dukono tercatat cukup tinggi, berkisar antara 60 hingga 394 kali, dengan rata-rata 227 kali per hari. Ketinggian kolom erupsi sebelumnya bervariasi antara 200 hingga 2.500 meter.

Namun, menurut Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Bambang Sugiono, aktivitas letusan pada 27 Juli terjadi peningkatan signifikan.

“Dari pagi sampai sore hari teramati ada tiga kali letusan dengan tinggi asap antara 1.000 sampai 3.500 meter. Sebagian besar gunung tertutup kabut, tapi intensitas letusan meningkat dibanding laporan sebelumnya,” ujar Sugiono.

Kata dia, atas kondisi tersebut, PVMBG Bandung mengeluarkan surat khusus yang menyoroti peningkatan tinggi asap erupsi.

Selain bahaya abu vulkanik, masyarakat juga diingatkan terhadap potensi aliran lahar yang dapat terjadi saat hujan deras, terutama di wilayah aliran Sungai Mamuya di utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut.

Pemerintah daerah, termasuk BPBD Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara, juga diminta untuk terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono yang berlokasi di Desa Mamuya.

“Evaluasi tingkat aktivitas gunung akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu jika terjadi perubahan signifikan,” ujarnya.

Lanjutnya, masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan dari otoritas setempat untuk menghindari risiko bencana. Masker dan perlindungan saluran pernapasan dianjurkan bagi warga di wilayah terdampak abu.

Bahkan PVMBG juga mengimbau agar tidak ada aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif, “Transportasi udara juga diminta memperhatikan potensi gangguan dari sebaran abu vulkanik yang bisa mengganggu jalur penerbangan di sekitar wilayah Halmahera Utara,” tutup dia.(ksm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini