Erwin Sutanto Serap Aspirasi Warga Desa Kenari dan Bere-Bere
RadarTimur.id, Morotai – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Erwin Sutanto, melaksanakan Reses Masa Sidang II Tahun 2025 di Desa Kenari dan Desa Bere-Bere, Kecamatan Morotai Utara, Jumat (8/8/2025).
Kegiatan ini bertujuan menyerap, menghimpun, dan menindaklanjuti aspirasi konstituen sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Morotai Timur dan Morotai Utara.
Erwin, yang juga Ketua Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Maluku Utara, menegaskan bahwa reses menjadi sarana penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung keluhan dan usulan masyarakat.
“Tugas kami adalah menyerap, mencatat, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Semua masukan akan saya sampaikan kepada Pemerintah Daerah agar dapat diakomodir,” ujarnya.
Erwin menambahkan, aspirasi yang dijaring akan menjadi acuan dalam memperjuangkan program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
“Sebagai wakil rakyat, saya ingin memastikan keputusan yang diambil berpihak pada kepentingan warga, termasuk dalam mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Erwin menyerahkan secara terbuka anggaran reses masing-masing sebesar Rp16 juta untuk dua desa dengan total Rp32 juta. Ia juga memberikan bantuan pribadi berupa 100 sak semen untuk pembangunan Masjid Annur Desa Bere-Bere.
Aspirasi Warga Desa Kenari
Sejumlah persoalan disampaikan warga Desa Kenari, antara lain:
Talud penahan ombak sepanjang 200 meter yang ambruk.
Permintaan rumpon nelayan, perbaikan bibit pala yang rusak, perbaikan layanan PDAM, dan keluhan pemadaman listrik PLN.
Got dan gorong-gorong yang tersumbat.
Penutupan SD Unggulan 4 yang dinilai keliru.
Pagar masjid yang belum dibangun.
Kekurangan obat-obatan di Puskesmas Morotai Utara.
Masalah di SMA Al-Ikhlas Desa Kenari.
Dugaan rangkap jabatan oleh Kepala Desa Tanjung Saleh.
Evaluasi kebijakan pemberhentian 11 perangkat desa oleh Kepala Desa Kenari.
Aspirasi Warga Desa Bere-Bere
Sementara itu, warga Desa Bere-Bere menyampaikan beberapa keluhan, di antaranya:
Realisasi anggaran pemuda sebesar Rp200 juta dan pembangunan lapangan sepak bola.
Jalan berlubang di ibu kota kecamatan.
Jalan tani yang menjadi akses delapan desa belum tersentuh perbaikan.
Kondisi objek wisata Tabailenge yang memburuk dan membutuhkan penanganan serius.
Dukungan modal untuk UMKM guna mengatasi keterbatasan dana usaha.
Erwin berjanji akan membawa seluruh aspirasi ini ke forum resmi DPRD dan mengawal prosesnya hingga ada tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.(ksm)


Tinggalkan Balasan