radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Kamis, 9 Juli 2026

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Warga NU Harus Jaga Sanad, Jangan Berguru dari Medsos

RadarTimur.id, Ternate – Di tengah padatnya agenda kunjungan kerja di Provinsi Maluku Utara (Malut), Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Malut.

Pertemuan hangat tersebut berlangsung di Rumah Makan Bukit Bintang Kota Ternate pada Sabtu (23/8/2025) malam dan dihadiri perwakilan organisasi NU seperti PMII, GP Ansor, LP Ma’arif, Ikatan Alumni PMII, serta pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Malut.

Silaturahmi ini berlangsung akrab, dan Nusron diminta untuk memberikan tausiah kepada para hadirin. Tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi umat Islam saat ini, yakni tentang pentingnya menjaga sanad (jalur periwayatan) dalam beragama.

Dalam tausiahnya, Nusron menyoroti maraknya fenomena di mana banyak pihak yang mengaku mengikuti ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, namun mengabaikan sanad yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam memahami agama.

Menurutnya, agama itu harus diambil dari sumber yang jelas. Tidak boleh belajar agama hanya mengandalkan media sosial. Medsos boleh saja menjadi pintu masuk pengetahuan, tetapi tidak boleh dijadikan sandaran utama.

Dia mengingatkan, dalam tradisi NU, sanad memiliki aspek penting, dan salah satunya adalah sanad darah atau garis keturunan, “Sanad ini bukan sekadar formalitas, tapi menjadi pengikat yang memastikan ajaran yang kita ikuti benar-benar bersumber dari mata rantai keilmuan yang jelas. Kalau ini diabaikan, maka mudah sekali muncul fitnah dan kesalahpahaman dalam memahami agama,” jelas Nusron.

Sementara Ketua DMI Malut, Muchsin Saleh Abubakar, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Nusron Wahid di Ternate.

“Kami sangat berterima kasih Pak Menteri bisa meluangkan waktu di tengah kesibukannya. Harapan kami, kunjungan ini bukan yang terakhir. Semoga di kesempatan lain Pak Menteri bisa kembali datang ke Malut,” ujar Muchsin.

Pertemuan ini ditutup dengan doa dan foto bersama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini