radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Jumat, 11 September 2026

Dari Minus 0,10 Persen ke 11,05 Persen, Cerita Halut yang Dibawa Bupati Piet ke Forum Nasional

Laporan : Johan Rivaldo Djini

Editor : Muhammad Rizal

Ketika Piet Hein Babua dilantik sebagai Bupati Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada 21 Maret 2025, salah satu tantangan yang menunggu pemerintahannya adalah bagaimana menggerakkan kembali ekonomi daerah yang pertumbuhannya masih berada pada angka minus 0,10 persen.

Angka tersebut kemudian perlahan bergerak. Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Halmahera Utara mulai kembali ke zona positif, berada di kisaran 3,85 hingga 3,95 persen. Pergerakan itu menjadi bagian dari proses pemulihan ekonomi daerah sebelum kembali mencatat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi pada 2026.

Memasuki Semester I 2026, perubahan tersebut semakin terlihat. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan dalam rangkaian Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KKPD) Angkatan IV Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Halmahera Utara disebut mencapai 11,05 persen.

Capaian tersebut disebut menempatkan Halmahera Utara dalam jajaran 10 daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada Semester I 2026. Dari minus 0,10 persen, bergerak ke sekitar 3,9 persen pada 2025, lalu mencapai 11,05 persen pada 2026. Rangkaian angka itu menjadi salah satu cerita utama yang dibawa Bupati Piet ke forum nasional.

Namun, angka pertumbuhan tersebut tidak berdiri sendiri. Di belakangnya terdapat tantangan bagaimana pemerintah daerah menjaga pembangunan dan pelayanan publik ketika ruang fiskal terbatas. Dalam kondisi seperti itu, pemerintah dituntut lebih cermat menentukan prioritas, mengoptimalkan sumber daya dan mencari cara baru untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Kemampuan berinovasi di tengah keterbatasan fiskal menjadi salah satu indikator yang ditonjolkan dalam KKPD 2026. Inovasi tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan teknologi, tetapi juga kemampuan pemerintah mencari pendekatan yang lebih efektif dalam mengelola program, sumber daya dan pelayanan publik.

Cerita ekonomi Halmahera Utara kemudian bertemu dengan indikator lain yang menjadi perhatian dalam KKPD, yakni keselarasan perencanaan daerah dengan arah pembangunan nasional. Kebijakan daerah diarahkan agar sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Keselarasan tersebut mencakup penguatan ekonomi daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik dan optimalisasi potensi daerah. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak ditempatkan sebagai angka yang berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari arah pembangunan yang lebih luas.

Dalam rangkaian KKPD, Bupati Piet juga mematangkan Rencana Aksi Kepala Daerah untuk tiga tahun ke depan. Melalui sesi coaching pada Kamis (10/9/2026), rencana kerja hingga 2029 diarahkan pada tiga fokus utama, yakni inovasi pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dan lingkungan hidup, serta penerapan konsep Smart City.

Rencana aksi tersebut disusun dengan pendampingan mentor senior Lemhannas RI. Bupati Piet didampingi Kepala Bappeda Halut Hernefer F. Tjandua dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Oscar Bertho Mene dalam proses pematangan dokumen agar arah kebijakan dapat menjawab kebutuhan riil daerah.

Selama mengikuti KKPD, wawasan peserta juga diperluas melalui materi kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan modern. Salah satunya melalui pembekalan dari akademisi dan praktisi kebijakan National University of Singapore, Prof. Dr. Ng Yeuk Fan dan Prof. Yaacob Ibrahim, yang membahas pelayanan publik, inovasi sosial, kepemimpinan berbasis komunitas hingga transformasi digital dan Smart Nation.

Semua proses tersebut kemudian menjadi bagian dari penilaian terhadap kemampuan individu peserta. Kepala daerah tidak hanya dituntut menunjukkan capaian daerah, tetapi juga harus mampu membaca persoalan, merumuskan kebijakan, mengelola sumber daya dan menjelaskan strategi pembangunan secara terukur.

Dalam konteks tersebut, mantan Sekda Halmahera Utara ini dinilai cakap sebagai peserta KKPD dan memiliki kemampuan manajerial yang kuat. Pengalaman Halmahera Utara dalam menghadapi keterbatasan fiskal, mendorong inovasi dan memperbaiki kinerja ekonomi menjadi bagian dari praktik yang dibawa ke forum nasional.

Puncaknya berlangsung pada penutupan KKPD Angkatan IV Tahun 2026, Jumat (11/9/2026). Bupati Piet, dipercaya tampil sebagai pemateri untuk membagikan pengalaman dan capaian pembangunan Halmahera Utara di hadapan forum tersebut.

Ada perjalanan angka yang menjadi latar dari penampilan itu. Ketika Piet Hein Babua dilantik pada Maret 2025, pertumbuhan ekonomi Halut berada di minus 0,10 persen. Setahun kemudian, pertumbuhan telah bergerak ke angka 11,05 persen pada Semester I 2026.

Tetapi 11,05 persen bukanlah garis akhir. Justru angka tersebut membawa pekerjaan berikutnya bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara yakni menjaga pertumbuhan tetap berkelanjutan dan memastikan dampaknya terasa dalam aktivitas usaha, kesempatan kerja, pendapatan masyarakat dan pemerataan pembangunan.(*)