Pemkab Morotai Mediasi Pertikaian Warga Pandanga dan Juanga
RadarTimur.id, Morotai — Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat meredam pertikaian antara warga Desa Pandanga dan Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Senin (14/9/2026).
Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua memimpin langsung upaya mediasi dengan menemui warga dari kedua desa. Pendekatan kekeluargaan ditempuh untuk menghentikan konflik sekaligus mencegah terjadinya aksi susulan.
Pertemuan tersebut dihadiri Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Benie Hermawan, Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto, Dandim 1514/Morotai Letkol Inf Deni Rustandi Hidayat, perwakilan Kejaksaan, Camat Morotai Selatan, serta para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama dari kedua pihak.
Dalam pertemuan itu, Bupati Rusli mengajak masyarakat menjadikan pertikaian tersebut sebagai pelajaran bersama. Menurutnya, persoalan antarmasyarakat harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan kekerasan.
“Kita sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan karena pada hakikatnya kita semua bersaudara. Pertikaian ini harus menjadi pelajaran agar kita bisa membangun kehidupan warga yang lebih kondusif ke depan,” tegasnya.
Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto menyebut sejumlah persoalan yang dapat memicu eskalasi konflik, di antaranya penganiayaan kelompok, pengeroyokan dan aktivitas pesta malam yang berlangsung hingga larut. Dia meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja.
Dari sisi keamanan, Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Benie Hermawan dan Dandim 1514/Morotai Letkol Inf Deni Rustandi Hidayat mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan konflik meluas. Pemblokiran akses jalan, misalnya, tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada anak-anak yang hendak bersekolah.
Keduanya meminta masyarakat mengesampingkan kepentingan kelompok dan mengutamakan keamanan serta kepentingan bersama.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Morotai bersama aparat keamanan menyepakati pembangunan pos jaga bersama di wilayah perbatasan kedua desa. Rusli juga meminta perangkat desa, pemuda, TNI dan Polri memperkuat koordinasi untuk mencegah potensi konflik sejak dini.
Upaya mediasi kemudian ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Damai. Kedua pihak menyatakan komitmen menghentikan pertikaian, menjaga hubungan antarwarga, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Pulau Morotai.(ksm)

