BEM-FPIK Gelar Demo Soroti Bobroknya Tata Kelola Perikanan Morotai
RadarTimur.Id, Morotai — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (BEM-FPIK) Universitas Pasifik Morotai menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Senin (26/5). Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti ketimpangan kesejahteraan nelayan dan bobroknya tata kelola sektor perikanan oleh pemerintah daerah.
Setelah berorasi selama lebih satu jam di halaman Kantor DPRD, massa aksi diterima dalam forum hearing bersama Komisi II DPRD Morotai, yang membidangi kelautan dan perikanan.
Pada kesempatan tersebut, Presiden BEM FPIK Unipas, Akmal Mandea, menyampaikan tuntutan strategis, diantaranya: soal perbaiki distribusi BBM subsidi yang amburadul, atasi kelangkaan es balok, perhatikan minimnya fasilitas penampungan ikan, tingkatkan pengawasan kapal asing dari Sulut, serta menyediakan cold storage dan SPBUN di enam kecamatan Pulau Morotai.
Selain itu, Akmal juga mengatakan, BEM-FPIK menuntut Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk segera memperbarui dan melengkapi data nelayan, termasuk kartu nelayan, asuransi, BPJS, dan Kartu Kusuka.
Poin paling tegas adalah desakan tersebut agar Plt. Kadis DKP Morotai segera dicopot karena dinilai gagal menjalankan amanah jabatan.
“Ada ketimpangan struktural yang tak kunjung diselesaikan. Ini bukan isu baru, tapi fenomena klasik yang terus menghantui nelayan kecil di Morotai. Sehingga harus diselesaikan,” ujar Akmal saat membuka pemaparan tuntutan mereka.
Pada hearing yang berlangsung di ruang rapat DPRD Pulau Morotai itu, Wakil Ketua I DPRD Morotai, Jainudin Papala, bersama Ketua Komisi II Suhari Lohor, anggota Akbar Mangoda serta Darmin Wairo, menyatakan komitmen untuk mengawal seluruh tuntutan mahasiswa.
“Komisi II tidak akan tinggal diam. Setiap poin tuntutan mahasiswa akan kami tindak lanjuti bersama mitra kerja terkait,” tegas Suhari.
Sementara Plt. Kadis DKP Morotai, Jhon F. Tiala, saat dikonfirmasi usai hearing mengaku, akan berupaya agar apa yang menjadi tuntutan mahasiswa dapat diakomodir.
“Saya akan berupaya sekuat tenaga untuk mencari solusi terkait tuntutan mahasiswa,” ujar dia.(ksm)


Tinggalkan Balasan